Helikopter Militer Kolombia Jatuh saat Intai Geriliyawan, 6 Luka 11 Tentara Hilang

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 06:13:00 WIB
Helikopter Militer Kolombia Jatuh saat Intai Geriliyawan, 6 Luka 11 Tentara Hilang
Helikopter Blackhawk milik militer Kolombia jatuh saat melakukan pengintaian geriliyawan FARC (foto: ist)

BOGOTA, iNews.id - Sebuah helikopter patroli militer Kolombia jatuh saat menjalankan operasi di atas wilayah yang diyakini tempat geriliyawan FARC berada. Insiden itu menyebabkan 6 tentara terluka, sedangkan 11 lainnya masih belum ditemukan keberadaannya.

AFP melaporkan, helikopter Blackhwak membawa 17 personel militer saat jatuh pada Selasa (21/7/2020) kemarin waktu setempat. Otoritas berwenang menemukan helikopter terbakar di tepi Sungai Inirida di negara bagian Guaviare, dimana pemberontak mantan geriliyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) bertempat.

Menteri Pertahanan Kolombia, Carlos Holmes Trujillo, menyebut insiden itu sebagai kecelakaan pesawat tetapi pernyataan tersebut belum dikonfirmasi oleh Komando Tertinggi Militer Kolombia.

"Enam personel yang terluka telah diselamatkan dan akan dipindahkan ke Bogota untuk perawatan medis," isi kicauan Trujillo.

Pemberontak FARC sepakat melakukan gencatan senjata dalam perjanjian damai bersejarah pada 2016 yang mengakhiri setengah abad konflik. Tak lagi berperang, FARC berkecimpung di ranah politik dengan mendirikan partai politik berhaluan komunis.

Namun demikian, menurut otoritas setempat, sebanyak 2.000 geriliyawan menolak untuk bergabung dengan 13.000 pemberontak yang setuju dengan perjanjian damai.

Para penentang itulah yang kemudian terus melawan pemerintah dengan cara membiayai diri mereka melalui perdagangan obat-obatan terlarang dan penambangan ilegal.

Tepi Sungai Inirida, lokasi helikopter militer Kolombia jatuh, merupakan wilayah strategis untuk perdagangan dan penyelundupan narkoba yang dijalankan oleh pembangkang FARC pimpinan Gentil Duarte.

Selain menghadapi pembangkang FARC, militer Kolombia juga berperang dengan geriliyawan sayap kiri lainnya yaitu Tentara Pembebasan Nasional (ELN), paramiliter sayap kanan serta pengedar narkoba.

Editor : Arif Budiwinarto