IPO Kilang Minyak Terbesar Afrika, Kekayaan Aliko Dangote Berpotensi Tembus Rp1.000 Triliun
Ekspansi bisnis tersebut berlangsung bersamaan dengan regenerasi kepemimpinan di keluarga Dangote. Aliko mulai memberi peran yang lebih besar kepada Fatima dan dua putrinya yang lain.
Mariya Dangote, putri tertua, memimpin operasional bisnis makanan dan strategi komersial di unit semen. Sementara Halima Dangote menjabat sebagai direktur eksekutif grup untuk urusan family office.
Dangote berasal dari keluarga kaya dan mulai menjalankan bisnis sendiri pada 1970-an dengan memperdagangkan kapas, kacang mete, kakao, serta biji wijen menggunakan pinjaman dari pamannya.
Pada 1981, dia membentuk perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Dangote Group. Bisnis tersebut terus diperluas hingga mencakup pabrik gula, tepung, dan semen.
Strategi Dangote adalah membangun kapasitas pengolahan di dalam negeri untuk produk yang mahal jika harus diimpor. Langkah tersebut membantu bisnisnya berkembang sekaligus menjadikan Dangote salah satu pengusaha paling berpengaruh di Afrika.
Perjalanan bisnisnya kerap dibandingkan dengan sejumlah taipan Asia dan Amerika Latin, seperti Gautam Adani dan Mukesh Ambani dari India serta Carlos Slim dari Meksiko. Mereka sama-sama membangun kekayaan melalui investasi besar di sektor yang membutuhkan infrastruktur dalam skala besar.
Dangote bahkan pernah mengatakan ingin mengikuti jejak Ambani dengan menggunakan keuntungan dari kilang minyaknya untuk mengembangkan bisnis di sektor lain.
Editor: Aditya Pratama