Iran Peringatkan Prancis: Menghina Nabi Muhammad Memicu Kekerasan dan Pertumpahan Darah
Hassan Rouhani ikut bersuara mengenai kontroversi tersebut. Dia dengan tegas mengecam keras penerbitan kartun Nabi Muhammad yang merupakan bentuk penghinaan seluruh muslim di dunia.
"Meghina Nabi bukanlah pencapaian. Itu tidak bermoral. Ini mendorong kekerasan," kata Rouhani dikutip dari AFP, Kamis (29/10/2020).
"Mengejutkan bahwa ini akan datang dari mereka yang mengklaim berbudaya dan berdemokrasi. Entah bagaimana, sengaja atau tidak, mereka mendorong kekerasan dan pertumpahan darah," lanjutnya.
Barat berhutang pada Nabi Muhammad
Rouhani menambahkan Barat berhutang kepada Nabi Muhammad sebagai pembawa pesan kedamaian, bukan malah menghinanya. Orang nomor satu Iran juga memperingatkan agar negara-negara Eropa berhenti mencampuri urusan internal Muslim jika ingin menciptakan perdamaian.
"Barat harus memahami bahwa menghina Nabi berarti menghina semua Muslim, semua Nabi, semua nilai kemanusiaan, dan menginjak-injak etika," lanjutnya.
Aksi boikot terhadap produk-produk asal Prancis terjadi di sejumlah negara Muslim di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk perlawanan penghinaan Nabi Muhammad.
Editor: Arif Budiwinarto