Israel Buat Rencana Permukiman Baru, Bangun 9.000 Rumah di Yerusalem Timur

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 09:30 WIB
Israel Buat Rencana Permukiman Baru, Bangun 9.000 Rumah di Yerusalem Timur

Pemandangan permukiman Har Homa di Yerusalem Timur yang dicaplok Israel. (FOTO: AHMAD GHARABLI / AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Israel berencana membangun 9.000 rumah pemukim di Yerusalem timur yang dicaplok. Menurut lembaga pengawas Peace Now, proyek tersebut merupakan yang pertama di kota itu selama lebih dari 20 tahun.

Rincian rencana itu muncul sehari setelah kementerian transportasi Israel menyetujui proposal kontroversial untuk memperpanjang jalur kereta api dari Tel Aviv ke Kota Tua Yerusalem.

Peace Now menyatakan, kementerian perumahan pekan lalu mengajukan rencana ke Kota Yerusalem untuk membangun unit pemukiman di lokasi bekas bandara Atarot, di antara dua lingkungan Palestina.

Disebutkan, persetujuan akhir dari proyek itu bisa memakan waktu bertahun-tahun.

"Tetapi jika dibangun, itu akan mendorong ganjalan di jantung kesinambungan perkotaan Palestina antara Ramallah dan Yerusalem Timur, sehingga mencegah pembentukan negara Palestina yang layak dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur," demikian laporan Peace Now, seperti dilaporkan AFP, Rabu (19/2/2020).

Pemukiman itu akan menjadi yang baru dan pertama di Yerusalem timur sejak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya membangun permukiman Har Homa dekat Betlehem pada 1997, menurut Peace Now.

Lebih dari 600.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan menganeksasi Yerusalem timur, di komunitas yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Peace Now menyebut, "Rencana itu juga termasuk penghancuran puluhan unit perumahan Palestina yang dibangun di daerah itu tanpa izin sepanjang tahun."

Palestina secara teratur membangun permukiman tanpa izin karena tidak dapat memperolehnya dari otoritas Israel.

Pemelihara situs-situs suci Muslim di Yerusalem mengecam usul perpanjangan rel yang diusulkan Israel sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Usulan Perdamaian Timur Tengah yang diluncurkan bulan lalu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi lampu hijau bagi Israel menyatakan kedaulatan atas seluruh Yerusalem serta permukiman dan wilayah lain di Tepi Barat.

Usulan Trump ditolak oleh Palestina, yang menuntut Yerusalem timur sebagai ibu kota negara mereka.

Editor : Nathania Riris Michico