Israel Terus Bombardir Gaza, 33 Orang Tewas dalam Sehari
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan, tentara dan tank Israel telah maju sekitar 300 meter melewati garis kuning di Kota Gaza bagian timur.
"Nasib banyak keluarga tersebut belum diketahui di tengah penembakan yang menargetkan wilayah itu," kata kantor media, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (21/11/2025).
Perluasan garis kuning secara sepihak oleh Israel itu menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Dalam perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak 10 Oktober, garis kuning mengacu pada batas tak bertanda, tempat militer Israel menempatkan kembali pasukannya setelah menarik diri.
Tentara Israel memasang blok kuning dan rambu-rambu untuk mengidentifikasi garis baru, lebih dalam ke wilayah timur kota, Shujayea. Namun, tidak seluruh batas itu ditandai, sehingga banyak warga yang tidak mengetahui persis di mana letaknya.
"Dengan kemajuan terbaru di Shujayea, Kota Gaza, semakin banyak warga Palestina tidak bisa mencapai rumah mereka. Orang-orang mengatakan ini seperti kurungan, karena mereka didorong dan didesak ke bagian barat Gaza."
Sejauh ini Pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum berkomentar mengenai penerabahasa garis kuning yang melanggar gencatan senjata itu.
Editor: Anton Suhartono