Jelang Pemilu Israel, PM Netanyahu Bersumpah Bangun 3.500 Permukiman Baru di Tepi Barat
YERUSALEM, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji membangun 3.500 rumah pemukim baru di daerah yang sangat sensitif di Tepi Barat yang diduduki. Keputusan ini muncul hanya sepekan menjelang pemilihan umum Israel.
"Saya memberikan instruksi segera untuk izin menyetor (rencana) untuk pembangunan 3.500 unit di E1," kata Netanyahu, seperti dilaporkan AFP, Selasa (25/2/2020).
Komunitas internasional berulang kali memperingatkan bahwa pembangunan permukiman Yahudi di koridor E1 akan memotong Tepi Barat menjadi dua dan membahayakan negara Palestina di masa depan.
"Kami sedang membangun Yerusalem dan pinggiran Yerusalem," kata Netanyahu, dalam sambutan konferensi yang disampaikan oleh seorang juru bicara.
Israel Buat Rencana Permukiman Baru, Bangun 9.000 Rumah di Yerusalem Timur
Pada 2013, Netanyahu memveto konstruksi di koridor E1 dalam menghadapi tekanan PBB, Uni Eropa, dan AS.
Langkah untuk memajukan rumah-rumah baru, yang akan membentuk lingkungan baru Maale Adumim, kota pemukiman terdekat, dipuji oleh Dewan Yesha, kelompok lobi pemukim. Mereka mencatat bahwa rencana pembangunan rumah di sana telah ada sejak 2004.
PBB Rilis 112 Perusahaan yang Beraktivitas di Wilayah Pendudukan Palestina, Israel Murka
"Memajukan masalah ini akan memungkinkan pembangunan yang luas dan strategis antara Maale Adumim dan Yerusalem," kata ketua Dewan Yesha, David Elhayani, dalam sebuah pernyataan.
Pada Kamis lalu, Netanyahu mengumumkan rencana membangun ribuan rumah baru bagi warga Israel di Yerusalem timur yang dicaplok. Para kritikus menyebut tindakan itu sebagai hadiah di menit-menit terakhir bagi para pendukung nasionalis menjelang pemilu 2 Maret.
Israel Masih 'Bersih' dari Virus Korona, Netanyahu Larang Penerbangan dan Turis dari China
Editor: Nathania Riris Michico