Jenderal Bintang 6 Hanya Ada 1 di Dunia, Siapakah Dia?

Ami Heppy S · Rabu, 05 Oktober 2022 - 22:27:00 WIB
Jenderal Bintang 6 Hanya Ada 1 di Dunia, Siapakah Dia?
Jenderal Bintang 6 hanya ada 1 di dunia, siapakah dia (Foto:Encyclopedia Britannica)

JAKARTA, iNews.id - Jenderal bintang 6 hanya ada 1 dunia, siapakah dia? John Joseph “Black jack” Pershing menjadi satu-satunya jenderal pemegang pangkat bintang 6. 

Pada 13 September 1860, Pershing menyetujui untuk memilih lencana sendiri. Ia pun memilih menggunakan empat bintang emas untuk membedakannya dengan perwira yang memegang pangkat jenderal yang ditandai dengan empat bintang perak.

Pershing diketahui membawahi dua jenderal bintang lima. Sehingga secara tidak resmi Angkatan Darat menganggap Pershing sebagai jenderal bintang enam.  Sayangnya, Jenderal John Joseph Pershing meninggal dunia sebelum lencana yang diusulkan untuk dipertimbangkan dan diterima oleh Kongres.

Selengkapnya, ini profil John Joseph “Black jack” Pershing yang menjadi satu-satunya jenderal bintang enam di dunia.

Jenderal Bintang 6 Hanya Ada 1 di Dunia

John Joseph “Black Jack” Pershing menjadi satu-satunya orang Amerika yang dipromosikan dalam masa hidupnya sendiri ke pangkat Jenderal Angkatan Bersenjata, pangkat tertinggi dalam Angkatan Darat Amerika Serikat.

John Joseph Pershing lahir di Laclede pada 1860.  Mengutip History, Pershing menghabiskan tahun-tahun pertama karier militernya dalam pertempuran AS melawan Apache dan penduduk asli Amerika Sioux di New Mexico.

Ia kemudian dipromosikan menjadi letnan satu Kavaleri ke-10. Ini menjadikan Pershing sebagai salah satu perwira kulit putih pertama yang memimpin pasukan berkulit hitam. Dari sinilah julukan Pershing sebagai Black Jack diduga bermula.

Nama Pershing dikenal luas sebagai Jenderal Angkatan Darat Amerika yang memimpin Pasukan Ekspedisi Amerika (AEF) di Eropa selama Perang Dunia I.

Angkatan bersenjata AS berkembang pesat selama konflik, dan Pershing ditugaskan untuk mengubah sekitar 2 juta pasukan yang relatif tidak berpengalaman menjadi kekuatan tempur profesional. 

Segera setelah ia tiba di Prancis dengan pasukan AEF pertama pada Juni 1917, Jerman mengalahkan Rusia, membebaskan sejumlah besar tentara Jerman untuk menghadapi Sekutu di Front Barat.
 
Kekalahan Sekutu pada Perang Dunia I membuat pihak Sekutu kekurangan tentara dan meminta untuk melakukan penggabungan pasukan.

Namun, Pershing menolak dan bersikeras untuk menjaga pasukan Amerika di bawah satu komandonya.  Prajurit Pershing pertama kali melihat pertempuran serius di Cantigny, Château-Thierry, Belleau Wood, dan Soissons.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda