Joe Biden Bilang Telah Nasihati Israel agar Tak Balas Serangan Iran
"Kami sedang melakukan pembicaaan berkelanjutan tentang opsi yang mereka pertimbangkan, tetapi saya akan merahasiakan semua tentang itu," kata Miller.
Saat didesak mengenai kemungkinan Israel menyerang situs nuklir di Iran, Miller menegaskan kembali pernyataan Biden bahwa AS tak mendukungnya.
"Kami tidak yakin mereka harus menyerang situs nuklir," katanya.
Pemerintahan Biden berupaya menghindari eskalasi konflik di kawasan. Sebelum serangan Iran pada Selasa lalu, AS dan Prancis berupaya mencari jalan untuk mencapai gencatan senjata sementara antara Israel dan Hizbullah. Sebelum dibunuh, Hassan Nasrallah dilaporkan sudah menyetujui gencatan senjata, namun Israel ngotot melanjutkan serangan.
Sementara itu Iran menegaskan sudah menahan diri untuk tak menyerang Israel sejak pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli lalu. Serangan itu dilakukan saat Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian. Iran menganggap pembunuhan Haniyeh oleh Israel berarti pelanggaran kedaulatan nasional yang sangat serius.
Selain itu alasan Iran tak membalas Israel adalah tak ingin menghlangi pembicaraan gencatan senjata di Jalur Gaza, meskipun tak ada kesepakatan apa pun yang diambil.
Sampai pada akhirnya Israel membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada 27 September. Iran tampaknya tak bisa menahan diri lagi untuk tak memberikan respons terhadap Israel. Apalagi Iran memiliki kedekataan secara ideologis dengan Hizbullah yakni Syiah.
Iran juga telah memperingatkan AS, melalui perantara, jika Israel membalas serangan maka serangan rudal akan dilancarkan berkali lipat.
Editor: Anton Suhartono