Jumlah Tentara AS yang Gegar Otak akibat Serangan Rudal Iran Melonjak Jadi 109 Orang

Anton Suhartono ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 07:56 WIB
Jumlah Tentara AS yang Gegar Otak akibat Serangan Rudal Iran Melonjak Jadi 109 Orang

Kondisi pangkalan Ain Al Asad di Irak setelah diperbaiki (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) merilis angka terbaru jumlah tentara yang mengalami gegar otak akibat serangan rudal Iran ke pangkalan militer di Irak pada 8 Januari lalu.

Lebih dari 100 tentara yang saat itu bertugas di pangkalan Ain Al Asad mengalami gegar otak ringan, bertambah dari sebelumnya sekitar 50-an.

"Sampai hari ini, 109 anggota prajurit AS didiagnosis mengalami gegar otak ringan atau mTBI, peningkatan 45 sejak laporan sebelumnya," kata Juru Bicara Pentagon Alyssa Farah, dikutip dari AFP, Selasa (11/2/2020).

Dari jumlah tersebut, 76 di antaranya sudah kembali bertugas dan sebagian besar sisanya masih menjalani observasi dan perawatan.

"Kami berterima kasih atas upaya para profesional medis yang telah bekerja dengan tekun untuk memberikan perawatan yang sesuai kepada prajurit kami, sehingga hampir 70 persen dari mereka sudah kembali bertugas," kata Farah.

Presiden Donald Trump sempat mengatakan tidak ada tentara yang terluka dalam serangan di pangkalan Ain Al Asad.

Memang, dampak serangan tak langsung dirasakan tentara. Selain itu setelah serangan, para komandan pasukan tak bisa langsung mengecek kondisi bawahannya karena mereka langsung dievakuasi meninggalkan pangkalan menuju tempat lain.

Sepekan setelah serangan, pejabat Pentagon menyampaikan bahwa 11 tentaranya mengalami gegar otak. Disusul kemudian dengan pengumuman-pengumuman lain hingga saat ini.

Iran menghujani pangkalan yang juga ditempati pasukan koalisi dari berbagai negara itu dengan belasan rudal balistik. Serangan itu merupakan pembalasan atas serangan drone yang menewaskan jenderal Qasem Soleimani di bandara Baghdad pada 3 Januari.

Editor : Anton Suhartono