Kamala Harris Jadi Cawapres AS, Warga dan Pejabat Jamaika Bersuka Cita

Anton Suhartono ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:14 WIB
Kamala Harris Jadi Cawapres AS, Warga dan Pejabat Jamaika Bersuka Cita

Kamala Harris (Foto: AFP)

KINGSTON, iNews.id - Rakyat dan pejabat Jamaika bersuka cita atas penunjukan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) November mendatang.

Ayah Harris, Donald Harris, merupakan keturunan Afrika-Jamaika. Donald merupakan profesor ekonomi yang pernah mengajar di kampus kenamaan AS, Universitas Stanford.

Berdasarkan biografi di situs web Stanford, Donald merupakan warga negara AS yang dinaturalisasi. Namun dia tetap berperan dalam perekonomian Jamaika. Donald menjabat sebagai konsultan untuk pemerintah Jamaika dan perdana menteri.

Sementara ibu Harris, Shyamala Gopalan, merupakan keturunan India yang juga peneliti kanker. Orangtua Harris berpisah saat usianya 5 tahun dan sejak itu dia dan kakaknya, Maya, ikut sang ibu. Pada 2009, Gopalan meninggal dunia.

Seorang wanita karier Jamaika Felicia Mills mengaku bangga terhadap Harris.

"Hati saya bergejolak untuk semua anak di luar sana yang melihat mereka akan bisa bermimpi lebih besar lagi karena semua ini," kata perempuan 36 tahun itu , dikutip dari AFP, Kamis (13/8/2020).

"Ini sangat berarti bagi setiap anak perempuan yang pernah bermimpi menjadi sesuatu yang mustahil," katanya, seraya menggambarkan Harris sebagai kehormatan Jamaika.

Pengamat politik Jamaika Kevin O'Brien Chang mengatakan, penunjukan Harris memberikan secercah harapan bagi Jamaika.

"Dia telah berbicara positif tentang Jamaika di masa lalu, dia sadar akan warisannya dan bangga akan hal itu," kata Chang.

Para pejabat Jamaikan juga menyambut dengan suka cita. Menteri Luar Negeri Kamina Johnson Smith dalam cuitannya memberikan selamat kepada Harris.

"Selamat kepada Senator @kamalaharris atas penunjukan bersejarahnya," kata Smith.

Kurang dari 3 bulan menjelang Pilpres AS, warga Jamaika berharap Harris bisa menyempurnakan catatan bersejarah ini, menjadi orang terkuat nomor 2 di AS.

Pengamat politik Universitas West Indies Francine James menilai langkah Harris memang akan berat selama 3 bulan ini. Namun dia yakin Harris punya banyak keunggulan yang justru bisa menjadi bumerang bagi siapa saja yang ingin menjatuhkannya.

"Setiap upaya Partai Republik untuk bersikap jahat terhadapnya kemungkinan besar akan menjadi bumerang," kata James.

Editor : Anton Suhartono