Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Covid-19 di AS Tembus 25 Juta Orang, 1 dari 13 Penduduk Terpapar Corona

Minggu, 24 Januari 2021 - 14:11:00 WIB
Kasus Covid-19 di AS Tembus 25 Juta Orang, 1 dari 13 Penduduk Terpapar Corona
Kasus infeksi Covid-19 di AS tembus 25 juta orang pada 23 Januari sore (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Kasus infeksi Covid-19 di Amerika Serikat (AS) menembus 25 juta orang hingga Sabtu (23/1/2021) sore waktu setempat, berdasarkan penghitungan The New York Times. Jumlah tersebut berarti 1 dari 13 orang di AS terpapar virus corona, atau sekitar 7,6 persen dari total populasi.

AS masih menjadi negara dengan kasus infeksi dan kematian akibat virus corona tertinggi di dunia.

"25 juta kasus merupakan tragedi yang luar biasa," kata Caitlin Rivers, peneliti dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, dikutip dari New York Times, Minggu (24/1/2021).

Kasus kematian akibat Covid-19 di AS juga melonjak yakni dengan lebih dari 414.000 orang meninggal hingga Sabtu sore.

Sejak kasus pertama dilaporkan di AS pada Januari 2020, Amerika Serikat butuh waktu lebih dari 9 bulan untuk mencapai 10 juta kasus. Namun lepas November atau musim liburan, jumlah kasus melonjak tak terkendali menyebabkan tekanan hebat pada fasilitas kesehatan.

Pada akhir 2020, negara itu menambahkan 10 juta kasus lagi hanya dalam waktu 7 pekan. Sementara 5 juta sisanya dicapai dalam waktu sekitar 3 pekan yakni di Januari 2021.

AS sempat mencatat rekor penambahan harian kasus infeksi yakni lebih dari 300.000 penderita yang kemudian menurun pada awal Januari.

Namun mimpi buruk tampaknya belum akan berakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan virus corona varian baru yang pertama kali terdeteksi di Inggris dapat menjadi sumber infeksi dominan pada Maret mendatang, yang dampaknya juga meningkatkan kasus kematian. 

Selain itu, semakin banyak virus menyebar, semakin banyak pula peluang mereka bermutasi.

Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya kasus infeksi di AS mungkin jauh lebih tinggi daripada data resmi. Banyak orang yang tidak mengalami gejala belum menjalani tes Covid-19.

Seorang ahli biostatistik Universitas Florida, Profesor Ira Longini, memperkirakan sekitar 20 persen populasi AS mungkin terpapar corona, lebih dari dua kali lipat jumlah yang dilaporkan.  Pemodelan statistik untuk Florida yang dia rampungkan baru-baru ini menunjukkan, sepertiga dari populasi negara bagian itu terinfeksi di beberapa titik, empat kali lipat lebih dari data yang dilaporkan.

“Intinya, kami tidak tahu, tapi bisa menebak dari modeling,” kata Longini.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut