Kasus Covid Korsel Terus Cetak Rekor, 5.300 Terpapar 70 Orang Meninggal dalam Sehari
SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel) mencatat rekor penambahan harian kasus infeksi Covid-19, Sabtu (4/12/2021), yakni 5.352 orang. Kasus kematian juga terbilang tinggi yakni 70 orang dalam sehari. Negara itu juga telah mengonfirmasi sembilan kasus infeksi Covid-19 varian Omicron.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengungkap, dampak dari lonjakan kasus infeksi turut mendongkrak keterisian rumah sakit. Tingkat rawat inap meningkat pesat didominasi penderita Covid yang mengalami sakit parah. Jumlah pasien dalam kondisi serius dan kritis mencapai 752 orang hingga Jumat (3/12/2021).
Korsel juga mengonfirmasi tiga kasus Omicron tambahan, sehingga totalnya menjadi sembilan. Kasus terbaru melibatkan pasangan yang baru pulang dari Nigeria pekan lalu. Mereka sudah mendapatkan vaksin penuh.
Untuk mencegah penyebaran Omicron, pihak berwenang mengumumkan pengetatan karantina wajib yakni menjadi 10 hari bagi semua pelancong yang tiba sejak 2 pekan terakhir. Aturan baru juga mencabut pengecualian karantina bagi pelancong yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19.
Selain itu pengunjung restoran, bioskop, dan ruang publik lain harus menunjukkan bukti sudah mendapatkan dua dosis vaksin.
Aturan Dilonggarkan, Kasus Covid Korsel Bikin Rekor Baru
Mulai Senin mendatang, Korsel juga mengurangi batas jumlah perkumpulan menjadi 6 orang di Seoul dan sekitarnya, dari saat ini 10. Sementara itu wilayah di luar greater Seoul dibatasi jadi 8 dari saat ini 12 orang.
Sekolah Dibuka Lagi, Korea Selatan Deteksi 1.090 Kasus Baru Covid di Kalangan Pelajar
Negeri Gingseng sedang berjuang melawan gelombang baru kasus infeksi. Ini merupakan wabah terburuk sejak Juli lalu, di mana saat itu kasus harian mencapai 2.000 orang. Pekan ini, untuk pertama kali, kasus infeksi menembus 5.000 orang hingga membebani sistem layanan kesehatan.
Sejauh ini Korsel melaporkan total 467.907 kasus infeksi Covid-19 dengan 3.809 korban meninggal terhitung sejak awal pandemi. Sementara penduduk yang sudah mendapatkan vaksin 91,7 persen dari total populasi dewasa.
Editor: Anton Suhartono