Kekerasan Anti-Muslim Menyebar, Presiden Sri Lanka Imbau Warga Tetap Tenang
Pemerintah Sri Lanka memblokir sejumlah platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan Whatsapp, agar kekerasan tidak menjalar.
"Saya mengimbau semua warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang salah. Pasukan keamanan bekerja untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara," kata perdana menteri melalui Twitter.
Insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di Kota Hettipola, di mana sedikitnya tiga toko dilaporkan dibakar.
Jumlah populasi di Sri Lanka sekitar 21 juta jiwa, sekitar 10 persen di antaranya Muslim, sedangkan pemeluk Kristen sekitar 7,6 persen. Mayoritas penduduk Sri Lanka memeluk Buddha.
Polisi menyalahkan dua kelompok Islam setempat atas serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah lalu. Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam atau ISIS menyatakan terlibat, tetapi tidak memberikan rincian.
Keadaan darurat mulai diberlakukan setelah serangan di mana tentara dan polisi diberi kewenangan secara penuh untuk menahan dan menangkap tersangka dalam jangka waktu yang lama.
Editor: Nathania Riris Michico