Ketegangan dengan AS Kian Memanas, Rusia Kirim Paket Kedua Rudal S-400 ke China

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 01:20 WIB
Ketegangan dengan AS Kian Memanas, Rusia Kirim Paket Kedua Rudal S-400 ke China

Sistem rudal anti-pesawat milik Rusia S-400 (foto: Sputnik)

MOSKOW, iNews.id - Rusia telah mengirimkan sistem pertahanan rudal S-400 Triumph ke China di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Pengiriman gelombang kedua itu dilakukan menggunakan transportasi laut.

Sumber diplomatik Rusia mengatakan pengiriman paket kedua misil darat-ke-udara menggunakan beberapa kapal. Sebelumnya, pengiriman pertama ke Negeri Tirai Bambu dilakukan pada Juli 2019. Sedangkan sertifikat serah terima sudah ditandatangani pada Desember 2019 di China.

"Pengiriman satu set resimen S-400 kedua yang terdiri dari dua divisi perangkat peluncuran, stasiun radiolokasi, peralatan energi dan layanan, suku cadang dan instrumen ke China telah selesai. Klien juga menerima lebih dari 120 rudal canggih berpemandu anti-pesawat dari dua jenis," kata sumber dikutip dari Kantor Berita Rusia, TASS, Selasa (28/7/2020) dini hari.

China dan Rusia meneken kontrak kerja sama pembelian senjata S-400 pada 2014 lalu. Selain China, dua negara lain yang juga menjadi klien Rusia untuk sistem rudal tersebut adalah Turki dan India.

Sistem pertahanan S-400 dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah, serta juga dapat digunakan terhadap instalasi darat. Rudal dapat mengenai sasaran pada jarak 400 km pada ketinggian sampai 30 kilometer.

"Setelah penandatanganan, ketentuan kontrak jaminan 18 bulan dari pihak Rusia mulai berlaku," lanjutnya.

Ketegangan China dan Amerika Serikat semakin memanas setelah Washington memaksa China menutup kantor konsulat di kota Houston, Texas. Beijing merespons tindakan tersebut dengan mencabut izin pembukaan kantor konsulat AS di kota Chengdu.

Tindakan tersebut semakin memperkeruh hubungan dua negara yang terlibat perang dagang. Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, Presiden Donald Trump menuding Beijing berusaha lepas tangan atas kekacauan yang ditimbulkan virus tersebut.

AS kembali mengecam China atas pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional yang membatasi kebebasan bersuara warga Hong Kong. Kedua negara juga bersinggungan di Laut China Selatan, AS menyebut China sebagai ancaman bagi negara-negara sekutunya di kawasan Indo-Pasifik.

Editor : Arif Budiwinarto