Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati
Kalimat tersebut menggambarkan betapa berat perjuangan pasien kanker di Gaza yang tidak memiliki akses memadai terhadap pengobatan.
Kondisi Khuloud menjadi gambaran bagaimana keterbatasan akses terhadap pengobatan dapat membuat pasien kanker kehilangan waktu yang sangat berharga.
Ia telah menunggu sejak gencatan senjata pada Oktober untuk dapat meninggalkan Gaza dan menjalani perawatan. Namun, selama masa penantian tersebut, penyakitnya justru terus berkembang.
Bagi pasien kanker, waktu menjadi sangat penting. Ketika pengobatan tidak segera diberikan, penyakit dapat berkembang ke bagian tubuh lain dan membuat kondisi pasien semakin sulit ditangani.
Situasi itu pula yang disaksikan dokter-dokter di Gaza.
Mohamed Abu Selmia, kepala Rumah Sakit Al Shifa, mengatakan sejumlah besar pasien kanker meninggal setiap hari karena tidak mendapatkan kemoterapi yang dibutuhkan.