Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:08:00 WIB
Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati
Ilustrasi pasien kanker di Gaza. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Akibatnya, pasien yang membutuhkan kemoterapi maupun perawatan lanjutan harus menghadapi pilihan yang sangat terbatas.

Sebagian harus menunggu kesempatan untuk keluar dari Gaza agar dapat menjalani pengobatan di luar wilayah. Namun, tidak semua pasien berhasil mendapatkan kesempatan tersebut.

Bagi Khuloud, penantian itu bukan sekadar menunggu perjalanan menuju rumah sakit lain. Ia menunggu sambil merasakan penyakit terus mengambil alih tubuhnya.

Kanker telah menyebar ke paru-paru dan tulang. Kukunya bahkan telah rontok seluruhnya. Di tengah kondisi tersebut, ia tidak tahu kapan bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.

"Setiap hari penyakit saya berkembang," katanya.

Kesaksiannya menjadi potret memilukan pasien kanker di Gaza yang harus menghadapi penyakit mematikan tanpa kepastian kapan dapat memperoleh terapi.

Bagi mereka, pengobatan bukan lagi sekadar tentang menyembuhkan penyakit. Pengobatan menjadi harapan untuk mendapatkan waktu hidup yang lebih panjang.

Namun, ketika obat dan terapi sulit didapatkan, harapan itu pun perlahan menipis.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut