Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:08:00 WIB
Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati
Ilustrasi pasien kanker di Gaza. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

"Kami mencatat sejumlah besar kematian, berkisar tiga hingga lima setiap hari, karena pasien tidak menerima kemoterapi yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa mereka," kata Abu Selmia.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum perang. Sobhi Skaik, dokter bedah Palestina yang sebelumnya memimpin Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, mengatakan sebelum perang sekitar satu hingga dua pasien kanker meninggal setiap hari.

Tak Punya Tempat untuk Menjalani Terapi

Perjuangan pasien kanker semakin berat setelah Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, fasilitas khusus kanker di Gaza, dihancurkan pada 2025.

Kehancuran fasilitas tersebut membuat pasien kehilangan salah satu tempat utama untuk mendapatkan terapi kanker.

Dokter mengatakan rumah sakit-rumah sakit yang masih beroperasi juga mengalami kekurangan berbagai perlengkapan medis penting, termasuk kebutuhan untuk diagnosis dan pengobatan kanker.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut