Kisah Pengungsi Gaza Dijanjikan Terbang ke Indonesia, tapi Dibawa ke Afrika Selatan
Pihak berwenang Afrika Selatan menduga penerbangan itu merupakan bagian dari skema untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memerintahkan penyelidikan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas penerbangan carteran tersebut.
Namun, Afrika Selatan memberikan pembebasan visa 90 hari kepada 153 warga Palestina yang berada di dalam pesawat tersebut.
Situs web Al Majd Eropa mengklaim bahwa perusahaan tersebut didirikan di Jerman pada tahun 2010 dan berkantor di Yerusalem Timur. Namun, investigasi yang dilakukan oleh harian Israel, Haaretz, menemukan bahwa organisasi tersebut sebenarnya terdaftar di Estonia dan beroperasi melalui perusahaan konsultan palsu.
Situs web tersebut sendiri tidak memiliki alamat atau nomor telepon, hanya menyediakan lokasi yakni di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.