Kisah Pengungsi Gaza Dijanjikan Terbang ke Indonesia, tapi Dibawa ke Afrika Selatan
Para penumpang diberi instruksi oleh perwakilan Shaheibar, sebuah perusahaan yang berbasis di Gaza, untuk melepas sepatu dan jaket. Mereka hanya diperbolehkan membawa obat-obatan.
Bashir dan penumpang lainnya diberi gelang yang harus tetap digunakan hingga mereka tiba di Bandara Ramon, Israel.
“Mereka memasukkan paspor ke dalam mesin dan mengeceknya, tapi mereka tidak memberi stempel,” tuturnya.
Bashir mengira tujuan mereka adalah Jakarta, sebagaimana diberitahukan oleh perwakilan Al Majd Eropa yang berbasis di Indonesia. Namun kemudian mereka diberitahu Otoritas Palestina menghentikan izin perjalanan ke Jakarta. Oleh karena itu penyelenggaran diam-diam mengubah tujuan mereka.
“Mereka mengubah tujuan ke Afrika Selatan dan mereka tidak memberi tahu kami,” kata Bashir.