Kisah Perempuan Iran yang Diburu karena Lepas Hijab saat Aksi Protes
"Saya merasakan ada kekuatan khusus. Saya merasa bukan gender kedua lagi."
Azam Jangravi bersama putrinya di sebuah taman di lokasi yang tidak diungkap, 7 Februari 2019. (foto: REUTERS)
Setelah menggelar unjuk rasa itu, dia ditangkap dan dipecat dari pekerjaannya pada sebuah lembaga penelitian. Selain itu, Azam juga dihukum tiga tahun penjara karena dianggap mempromosikan hal-hal yang tidak senonoh dan dengan sengaja melanggar Syariat.
Pengadilan mengancam akan mengambil anak perempuannya, namun dia berhasil melarikan diri keluar Iran –bersama Viana– sebelum masa tahanan dimulai.
"Saya dengan susah payah bertemu dengan seorang penyelundup manusia. Semuanya terjadi dengan cepat. Saya meninggalkan kehidupan saya, rumah saya, dan mobil saya," tutur Azam.
Saat Azam menuturkan kisahnya, Viana sedang menggambar. Viana menggambar ibunya sedang melambaikan hijab putih di udara.