Kisah Pilu Warga Wuhan Bertahan Hidup saat Wabah Virus Korona: Lebih Baik Kami Mati di Rumah
"CT scan menunjukkan paru-paru mereka terinfeksi. Adik saya juga batuk-batuk dan kesulitan bernafas. Ayah saya demam tinggi. Suhunya 39,3C kemarin dan dia terus-menerus batuk dan kesulitan bernafas," kata dia.
Korban Meninggal akibat Virus Korona di China 490 Orang
Dia pun membelikan sang ayah mesin oksigen di rumah, yang digunakan selama 24 jam sehari, 7 hari sepekan.
"Dia minum obat-obatan China dan Barat saat ini. Tidak ada rumah sakit yang bisa dia kunjungi karena kasusnya belum dikonfirmasi karena kurangnya alat tes," tuturnya.
Tangani Pasien Virus Korona, China Padukan Pengobatan Tradisional dan Modern
Ibu dan bibi Wang berjalan kaki ke rumah sakit setiap hari dengan harapan ayahnya bisa dirawat inap, meskipun mereka juga sedang tidak sehat. Tetapi tidak ada rumah sakit yang mau merawatnya.
Di Wuhan, ada banyak tempat karantina untuk mengakomodasi pasien yang menunjukkan sedikit gejala atau masih dalam masa inkubasi. Ada beberapa fasilitas sederhana dan sangat mendasar di sana.
Miris, Remaja Lumpuh di China Meninggal saat Ayahnya Dirawat akibat Virus Korona