Kisah Warga Kashmir yang Tak Bisa Berkurban akibat Kebijakan Pemerintah India
SRINAGAR, iNews.id - Kondisi Kashmir berubah total sejak Pemerintah India mencabut status otonomi wilayah berpenduduk mayoritas muslim itu pada pekan lalu. Perubahan paling kentara adalah sebagian besar warga tak bisa berkurban karena ketatnya penjagaan pasukan militer.
Tak ada mesin ATM yang beroperasi untuk mengambil uang. Para penjual hewan pun terbatas karena akses masuk ke kota besar seperti Srinagar dijaga ketat. Aktivitas warga terbatas di tempat-tempat tertentu saja, bahkan mereka waswas untuk keluar rumah.
Seorang warga Srinagar, Bashir Ahmad, mengaku berkendara sejauh 20 kilometer dari rumahnya di pusat kota sampai ke pinggiran hanya untuk mencari ATM, namun tak ada satu pun yang beroperasi.
Dia sudah berusaha bernegosiasi dengan pasukan keamanan, namun tak membuahkan hasil. Pinggiran Kota Srinagar dibarikade dengan kawat berduri, akses masuk-keluar praktis diblokir.
"Saya mengambil risiko untuk berada di jalanan tapi tidak ada hasilnya," kata pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu, seperti dikutip dari AFP, Senin (12/10/2019).