Kisah Warga Kashmir yang Tak Bisa Berkurban akibat Kebijakan Pemerintah India
Menurut Ahmad, mesin-mesin ATM kehabisan uang tunai dan bank-bank ditutup.
Kondisi ini kontras dengan tahun lalu, di mana Ahmad bisa membeli lima ekor domba.
"Saya tidak bisa membeli domba tahun ini untuk kurban," tuturnya.
Kondisi serupa dialami Shakeel Bhat, seorang warga Srinagar. Dia memang berhasil mencapai sebuah pasar di kota itu untuk mencari hewan kurban setelah berjalan sejauh 10 kilometer. Namun sesampainya di sana, uang yang dibawa ternyata tak cukup karena harga hewan melonjak drastis dibandingkan tahun lalu.
"Perkiraan saya harganya 9.000 rupee (sekitar Rp1,8 juta), tapi sekarang terlalu tinggi. Para pedagang mengatakan mereka mempertaruhkan nyawa untuk keluar ke jalanan," kata Bhat.
Seorang pedagang, Shamsher Khan, mengatakan, dia dan dua saudaranya menjual domba dan kambing setiap tahun menjelang kurban. Mereka melintasi padang rumput dan melewati gunung untuk membawa hewan kurban dari luar Kashmir.
Khan berjalan hampir 250 kilometer dari Distrik Reasi sambil membawa sekitar 150 domba ke Srinagar pada pekan lalu. Namun sesampainya di Srinagar, dia tak bisa menjual banyak hewan kurban.