Kondisi Terkini Manila Jelang Lockdown Virus Korona, Logistik untuk WNI Aman

Anton Suhartono, Antara ยท Sabtu, 14 Maret 2020 - 16:40:00 WIB
Kondisi Terkini Manila Jelang Lockdown Virus Korona, Logistik untuk WNI Aman
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan disinfektan di jalanan Manila menjelang lockdown (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Filipina akan mengisolasi atau melakukan lockdown terhadap Metro Manila mulai Minggu (15/3/2020) sampai 30 hari mendatang, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona. Sekitar 13 juta warga dan pendatang asing akan terdampak kebijakan ini.

Pelaksana Fungsi Hubungan Masyarakat dan Media Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, Agus Buana, mengatakan kondisi Manila masih normal. Aktivitas warga berjalan seperti biasa.

"Sejauh ini aktivitas masih normal dan toko-toko masih buka seperti biasa," kata Agus, Sabtu (14/3/2020).

Dia menegaskan, logistik bagi WNI aman selama masa lockdown.

KBRI Manila mencatat, hingga April 2019 jumlah WNI di Filipina sebanyak 1.683 orang dan 1.100 di antaranya berada di Kota Manila.

"Umumnya mereka ekspatriat serta mahasiswa," tuturnya.

KBRI Manila akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Kementerian Luar Negeri RI serta menjalin komunikasi dengan WNI guna mengurangi dampak isolasi.

"KBRI Manila tetap beroperasi seperti biasa dengan memperhatikan kewaspadaan ancaman penyebaran Covid-19."

Jumlah pasien positif Covid-19 di Filipina hingga Sabtu mencapai 98 orang setelah ada penambahan 34 kasus hari ini. Delapan penderita di antaranya meninggal, setidaknya lima berada di Manila.

Seperti dijelaskan Presiden Rodrigo Duterte, pembatasan akses ke ibu kota bertujuan mencegah penyebaran virus korona.

"Kami tidak ingin menggunakan istilah itu (isolasi). Tapi itu adalah lockdown (untuk mencegah penyebaran virus korona)," katanya.

Duterte meminta warganya tidak khawatir atau panik. Dia memastikan pemerintah telah bertindak cepat.

"Jangan khawatir karena pemerintah melakukan segala kemungkinan untuk membuatnya terkendali," ujarnya.

Selama isolasi, pergerakan warga akan dibatasi dan dilarang meninggalkan kota kecuali untuk alasan darurat. Warga dari wilayah lain juga dilarang masuk. Hanya mereka yang bisa membuktikan bekerja di Manila diizinkan masuk. Pada siang hari, sekitar 3 juta warga dari provinsi sekitar masuk Manila untuk bekerja.

Selama isolasi, warga negara asing juga dilarang masuk Manila baik darat, laut, maupun udara. Hanya warga negara Filipina dan pemegang visa penduduk tetap serta visa diplomatik yang diizinkan masuk.

Editor : Anton Suhartono