Korban Tewas akibat Demonstrasi Berdarah di Irak Jadi 31 Orang
Polisi dan pasukan militer menggunakan senjata otomatis yang dipasang pada kendaraan militer untuk menembak ke tanah, peluru memantul ke kerumunan.
Para pemrotes yang terluka dilarikan ke rumah sakit.
"Mengapa polisi menembak orang Irak seperti mereka? Mereka menderita seperti kita - mereka harus membantu dan melindungi kita," kata pemrotes, Abu Jaafar.
Demonstrasi kini sudah menewaskan 31 orang, termasuk dua petugas polisi, dan lebih dari 1.000 orang terluka.
Protes dimulai pada Selasa (1/10/2019) di Baghdad dan menyebar ke selatan. Beberapa kota memberlakukan jam malam namun pengunjuk rasa tetap membanjiri jalan-jalan.
Sementara itu, kondisi di wilayah utara Kurdi dan provinsi barat Sunni tetap tenang.
Usulan demonstrasi massa sudah menggema di selatan Irak lebih dari setahun lalu, didorong oleh krisis air yang parah yang menyebabkan krisis kesehatan.
Sejak itu, provinsi di selatan menuduh pemerintah pusat gagal mengatasi kesenjangan infrastruktur.
Editor: Nathania Riris Michico