Korban Tewas akibat Kereta Terbakar di Pakistan Jadi 74 Orang

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 19:14 WIB
Korban Tewas akibat Kereta Terbakar di Pakistan Jadi 74 Orang

Kereta yang terbakar di Pakistan. (FOTO: doc. NDTV)

RAHIM YAR KHAN, iNews.id - Setidaknya, 74 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah tabung gas meledak di sebuah kereta di Pakistan, Kamis (31/10/2019). Beberapa orang tewas setelah melompat dari kereta untuk melarikan diri dari kebakaran itu.

Tayangan televisi menunjukkan, nyala api keluar dari tiga gerbong, dan terdengar suara para penumpang yang menangis dalam insiden itu.

Beberapa penumpang -kebanyakan sedang melakukan perjalanan ke salah satu pertemuan keagamaan terbesar Pakistan- memasak sarapan ketika dua tabung gas meledak.

Ali Nawaz, seorang pejabat senior Kereta Api Pakistan, mengatakan kepada AFP, bahwa banyak orang Pakistan membawa makanan dalam perjalanan kereta itu. Namun, tabung gas dilarang ada dalam kereta.

Menteri Kereta Api Pakistan Sheikh Rasheed Ahmed mengatakan bahwa adalah sebuah kesalahan membiarkan tabung gas berada di kereta nahas itu.

Puluhan orang berkerumun di sepanjang rel melihat kereta yang terbakar, yang terputus dari sisa gerbong.

Petugas pemadam kebakaran bergegas ke lokasi kejadian di dekat distrik Rahim Yar Khan. Petugas penyelamat dan tentara juga terlihat, mengangkut mayat-mayat terbungkus kain putih.

"Sebuah tabung meledak dan saya tidak tahu bagaimana, api meletus di mana-mana," kata seorang korban, Muhammad Imran, kepada AFP dari sebuah rumah sakit di Rahim Yar Khan.

"Saya melompat keluar dari kereta untuk menyelamatkan hidup saya. Ada banyak orang di belakang saya, mereka mendorong," katanya.

Muhammad Nadeem Zia, seorang pengawas medis di rumah sakit di Liaquatpur, kota terdekat, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa korban terbunuh akibat luka di kepala ketika melompat dari kereta yang bergerak.

Dia mengatakan setidaknya 44 orang terluka.

Mereka yang terluka sedang dilarikan ke rumah sakit di kota terdekat Bahawalpur dan di tempat lain di distrik Rahim Yar Khan. Para pejabat mengatakan banyak mayat hangus tak bisa dikenali.

Perdana Menteri Imran Khan mengatakan dia sangat berduka oleh tragedi itu dan sudah memerintahkan penyelidikan.


Editor : Nathania Riris Michico