Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik Lagi di Tengah Krisis Korona, Korsel: Sangat Tidak Pantas!

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 21 Maret 2020 - 11:48 WIB
Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik Lagi di Tengah Krisis Korona, Korsel: Sangat Tidak Pantas!

Warga Korsel menonton siaran berita televisi yang menunjukkan gambar uji coba rudal Korea Utara, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, 21 Maret 2020. (FOTO: Jung Yeon-je / AFP)

SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timurnya pada Sabtu (21/3/2020). Ini menjadi yang terbaru dari serangkaian uji coba Korut, ketika dunia berjuang melawan pandemi virus korona.

Militer Korea Selatan (Korsel) pun mengutuk peluncuran itu.

"Sangat tidak pantas mengingat situasi sulit yang dialami dunia karena Covid-19. Kami mendesak mereka untuk segera berhenti," demikian pernyataan Korsel, seperti dilaporkan AFP.

Korut hingga kini belum melaporkan adanya kasus korona, yang berubah menjadi krisis besar dengan 11.300 kematian dan lebih dari 270.000 infeksi di seluruh dunia.

Namun ada spekulasi beredar bahwa virus sudah mencapai negara yang terisolasi itu. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa hal itu dapat menghancurkan Korut, lantaran infrastruktur medis yang lemah dan malnutrisi tinggi di sana.

Kementerian pertahanan Jepang juga mengonfirmasi peluncuran rudal Korut itu.

Selama puluhan tahun, rezim Korut menghadapi kritik internasional karena memprioritaskan dana untuk program militer dan senjata nuklir daripada menyediakan bantuan bagi penduduk -bahkan selama masa kelaparan.

Korut menganggap pengembangan alat militer diperlukan untuk keamanan dalam menghadapi apa yang mereka sebut agresi Amerika. Korut berada di bawah serangkaian sanksi-sanksi atas program nuklir dan misil.

Menurut para analis, sejak pertemuan antara pemimpin Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump gagal menghasilkan kemajuan soal denuklirisasi semenanjung Korea, Korut sejak itu terus memperbaiki kemampuan militernya.

"Dengan peluncuran terbaru Korut, mereka melanjutkan strategi internasional untuk mencoba menormalkan tes misilnya," menurut Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul, kepada AFP.

Editor : Nathania Riris Michico