Kota-Kota di Dunia yang Diisolasi akibat Virus Korona

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 15:43:00 WIB
Kota-Kota di Dunia yang Diisolasi akibat Virus Korona
Seorang karyawan perusahaan Kota Veritas menyemprotkan disinfektan di St. Mark's Square, Italia. (FOTO: MARCO SABADIN / AFP)

ROMA, iNews.id - Virus korona sejauh ini sudah menginfeksi lebih dari 127.000 orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 4.600. Virus ini memicu ketakutan dan kekhawatiran, bahkan pemerintah-pemerintah memberlakukan larangan bepergian.

Beberapa kota juga mengisolasi kota-kotanya sebagai bentuk pencegaha atas virus korona. Kota-kota yang di-'lockdown' ini kebanyakan menjadi titik utama pusat penyebaran virus negara bersangkutan.

Berikut beberapa kota di dunia yang diisolasi seiring makin merebaknya virus korona, seperti dirangkum iNews.id, Jumat (13/3/2020).

1. Manila, Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menaikkan status wabah virus korona menjadi level Merah Sublevel 2, Kamis (12/3/2020) malam.

Sebagai imbasnya, Manila diisolasi atau dikarantina selama 30 hari terhitung mulai 15 Maret 2020.

Peningkatan status ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut yang sejauh ini telah merenggut lima nyawa dan menginfeksi 47 orang. Sebagian besar kasus virus korona berada di Manila.

2. Betlehem, Israel

Israel, tempat kelahiran Yesus Kristus, mengisolasi Kota Betlehem di tengah kekhawatiran virus korona. Hal itu diberlakukan setelah Palestina mengumumkan larangan masuk bagi turis dan penutupan Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem.

Langkah itu diambil setelah Palestina menyatakan tujuh kasus korona yang dikonfirmasi di daerah Betlehem, selatan Yerusalem, pada Kamis (5/3/2020). Palestina juga mengumumkan keadaan darurat 30 hari dan pembatalan pertemuan besar.

Gereja Kelahiran Yesus, yang dibangun di situs yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus, ditutup pada Kamis dan diperkirakan akan tetap tutup hingga 20 Maret.

3. Son Loi, Vietnam

Pemerintah Vietnam mengumumkan mengisolasi dan mengarantina wilayah Son Loi. Wilayah itu dihuni sekitar 10.000 orang untuk mencegah penyebaran virus korona.

Keputusan diambil setelah lima orang yang tinggal di lingkungan itu dinyatakan positif terinfeksi virus bernama Convid-19 itu.

Warga dilarang keluar, demikian pula orang luar tak diperbolehkan masuk kecuali petugas berwenang.

4. Qatif, Arab Saudi

Arab Saudi mengantisipasi penyebaran virus korona dengan mengisolasi kota berpenduduk pemeluk Syiah, Qatif. Qotif merupakan pusat penyebaran virus korona di mana 11 kasus yang terkonfirmasi sejauh ini berasal dari kota tersebut.

Umumnya kasus virus korona di Saudi melibatkan warga yang baru berkunjung dari Iran untuk melakukan ziarah di kota-kota suci Syiah. Iran merupakan negara dengan kasus virus korona terbesar di Timur Tengah.

Pengisolasian Qatif berlangsung setelah Saudi menghentikan aktivitas umrah untuk sementara di Masjidil Haram serta ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.

5. Kota-kota di China

Tidak hanya Wuhan dan kota lain di Provinsi Hubei, China, yang diisolasi atau berstatus karantina akibat wabah korona. Kini, kota dan distrik di provinsi lain menerapkan langkah serupa.

Dua kota di Provinsi Zhejiang, membatasi aktivitas warganya terkait kekhawatiran penyebaran korona. Padahal, jarak Zhejiang dengan Hubei sebagai pusat epidemi virus cukup jauh.

Kota Taizhou dan tiga distrik di Hangzhou, termasuk di dalamnya kantor pusat perusahaan e-commerce terbesar China, Alibaba, terdampak isolasi.

Huangshi, kota berpenduduk 2,4 juta jiwa, juga di Hubei turut diisolasi. Terminal feri dan jembatan di atas Sungai Yangtze ditutup.

Kota-kota lain yang menjadi target isolasi adalah Xiantao berpenduduk 1,5 juta jiwa dan Chibi dengan sekitar 500.000 jiwa. Selain itu ada pula Ezhou, Huanggang, dan Lichuan yang juga telah mengumumkan pembatasan perjalanan.

6. Seluruh Kota di Italia

Kasus virus korona di Italia terus meroket. Kondisi ini memaksa Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memberlakukan karantina terhadap seluruh wilayah Italia.

Dia meminta seluruh warga untuk tetap tinggal di rumah serta melarang pertemuan publik, termasuk pertandingan sepak bola Serie A, demi mencegah penyebaran virus korona.

Keputusan ini mulai berlaku pada 10 Maret dan berlangsung hingga 3 April 2020.

Hal ini juga berdampak bagi Kota Vatikan. Paus Fransiskus menggelar audiensi umum secara virtual pertama kalinya, Rabu (11/3/2020) di tengah wabah virus korona.

Biasanya audiensi umum Paus diadakan di Lapangan Santo Petrus dan menarik perhatian puluhan ribu orang. Namun lapangan itu kosong pada Rabu lalu ketika Vatikan, yang dikelilingi oleh Roma, turut diisolasi guna menghentikan penyebaran virus korona, dengan melarang pertemuan publik.

Editor : Nathania Riris Michico