Laporan Intelijen Sebut Rusia Berusaha Ikut Campur Pilpres AS, Washington Siapkan Sanksi
WASHINGTON, iNews.id - Laporan intelijenAmerika Serikat (AS) yang dirilis pada Selasa (16/3/2021) waktu setempat menyatakan Rusia pernah berusaha ikut campur dalam pemilihan presiden (pilpres) AS 2020. Laporan setebal 15 halaman yang dirilis Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (DNI) menyebut Rusia melakukan operasi untuk ‘menjatuhkan’ pencalonan Presiden Joe Biden dan Partai Demokrat demi mendukung mantan Presiden Donald Trump.
Tindakan Rusia ditengarai bisa merusak kepercayaan publik dalam proses pemilu dan memperburuk perpecahan sosiopolitik di AS. Beberapa sumber mengatakan kepada Reuters kalau AS akan menjatuhkan sanksi kepada Moskow secepatnya pada minggu depan berdasarkan temuan tersebut.
Laporan itu menyimpulkan kalau tokoh-tokoh yang didukung Rusia seperti anggota parlemen Ukraina Andriy Derkach meminta tokoh politik AS untuk ‘mencoreng’ reputasi Biden dan putranya Hunter Biden.
"Rusia memiliki kendali atas aktivitas Andriy Derkach. Pejabat senior lainnya bahkan termasuk pejabat senior keamanan dan intelijen nasional AS yang kami curigai tidak akan bertindak tanpa diinstruksikan oleh Rusia," kata laporan itu, dikutip dari Reuters, Rabu (17/3/2021).
Mantan direktur FBI, Robert Mueller sebelumnya menyimpulkan Rusia juga ikut campur dalam pemilihan AS 2016 dengan membantu Trump menjadi presiden melalui kampanye disinformasi selama yang bertujuan merugikan lawannya Hillary Clinton.
Laporan intelijen AS juga menemukan upaya asing lainnya untuk mempengaruhi pemilu AS pada 2020 termasuk praktik terselubung Iran yang dimaksudkan untuk melemahkan Trump. Upaya itu dicurigai sebagai tindakan atas keputusan Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir dan menjatuhkan sanksi baru kepada Iran.
Editor: Rizal Bomantama