Liciknya Israel, Tanah Tepi Barat yang Hendak Dicaplok ternyata Paling Subur di Palestina

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 19:27:00 WIB
Liciknya Israel, Tanah Tepi Barat yang Hendak Dicaplok ternyata Paling Subur di Palestina
Wilayah Tepi Barat milik Palestina yang diduduki Israel. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id – Ambisi Israel untuk menganeksasi tanah Palestina di Tepi Barat semakin menggila. Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun pun mengungkapkan, tanah Tepi Barat yang hendak dicaplok zionis itu adalah tanah yang subur.

“Israel secara jeli ingin mengambil 30 persen tanah di Tepi Barat lewat aneksasi. Setelah dipelajari, memang tanah ini adalah tanah yang paling subur di Palestina,” kata Zuhair dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

“Selain tanah yang sangat subur itu, air di wilayah tersebut juga bisa langsung dikonsumsi, sehingga akan sangat mendukung kegiatan wisata,” ujar dia menambahkan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengumumkan rencana aneksasi Tepi Barat dengan membangun permukiman Yahudi di wilayah itu untuk pembahasan lebih lanjut pada 1 Juli mendatang. Rencana itu, menurut dia, menjadi tindak lanjut dari perjanjian perdamaian Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century) yang diusung oleh Presiden AS Donald Trump.

Padahal, Kesepakatan Abad Ini telah ditolak oleh pihak Palestina karena dianggap menguntungkan Israel. Lebih lanjut, Zuhair juga menegaskan dua hal yang digarisbawahi Pemerintah Palestina mengenai agenda Israel di balik rencana aneksasi Tepi Barat itu.

“Israel menginginkan wilayah Wadi al-Huwar, bersebelahan dengan Laut Mati yang airnya mengandung mineral tinggi, zat untuk kosmetik yang bisa memasok pasar Eropa,” ujarnya

Kedua, menurut Zuhair, Israel juga menyasar tanaman kurma Palestina, terutama yang berasal dari Kota Jericho yang disebut mempunyai kualitas terbaik dari negara itu. Secara umum, Pemerintah Palestina menyatakan pihaknya dengan tegas menolak aneksasi tersebut, dan akan berjuang mempertahankan tanah milik mereka.

“Sesungguhnya negara-negara di dunia juga sudah menolak, maka seharusnya aneksasi yang diusung Netanyahu dan Trump betul-betul ditolak (semua pihak). Bagi Palestina, al-Quds (Yerusalem) adalah harga mati,” kata Zuhair.

Editor : Ahmad Islamy Jamil