Mengejutkan, Putin Usul Perombakan Konstitusi Rusia dan Tunjuk Perdana Menteri Baru

Anton Suhartono ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 11:50 WIB
Mengejutkan, Putin Usul Perombakan Konstitusi Rusia dan Tunjuk Perdana Menteri Baru

Vladimir Putin (kiri) dan Dmitry Medvedev (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pengumuman mengejutkan dengan menunjuk perdana menteri baru yang tak begitu dikenal publik, Mikhail Mishustin.

Beberapa jam kemudian Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengundurakan diri dan pemerintahnya dinyatakan bubar.

Mishustin, yang sebelumnya menjabat kepala dinas pajak Rusia, diminta Putin untuk membentuk pemerintahan baru.

Dalam pidato tahunannya, Rabu (15/1/2020), Putin juga mengusulkan perombakan konstitusi dengan tujuan untuk lebih memperkuat peran parlemen.

Anggota parlemen akan bertemu pada Kamis (16/1/2020) untuk mulai mempelajari pencalonan Mishustin.

Spekulasi pun beredar tentang bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi sistem politik Rusia serta berpotensi membuat Putin tetap bertahan di posisi presiden setelah 2024. Meski demikian, Putin mengatakan akan mundur setelah masa jabatan keempatnya.

Beberapa pihak menyarankan agar dia mundur dan mengambil posisi baru di belakang layar.

Dalam pidatonya, Putin mengusulkan perubahan signifikan konstitusi negara sejak diadopsi pada 1993. Ini merupakan pertama kalinya dia mengusulkan perombakan mendasar.

Dia ingin parlemen memegang lebih banyak wewenang, termasuk kekuasaan untuk memilih perdana menteri dan anggota kabinet senior. Dalam sistem yang berlaku saat ini, peran tersebut dipegang presiden.

Selain itu, kekuasaan Dewan Negara dan badan penasehat akan diperluas. Persyaratan tempat tinggal untuk calon presiden dan pejabat tinggi lainnya juga akan diperketat.

"Saat ini ada permintaan untuk perubahan dari masyarakat kita," kata Putin, dalam pidatonya, dikutip dari AFP, Kamis (16/1/2020).

Paket reformasi konstitusi ini akan dimasukkan dalam pemungutan suara nasional, namun tak dijelaskan waktu spesifiknya.

"Kita hanya akan dapat membangun Rusia yang kuat dan sejahtera berdasarkan penghormatan terhadap opini publik," kata pria berusia 67 tahun itu.

Setelah pidato tersebut, Medvedev, didampingi Putin, muncul di stasiun televisi nasional untuk menyatakan pengunduran diri.

Medvedev mengatakan konstitusi yang baru akan membuat perubahan signifikan pada keseimbangan kekuasaan negara. Oleh karena itu, pemerintahannya memutuskan mundur.

"Semua keputusan lebih lanjut akan diambil oleh presiden," tuturnya.

Sementara itu Putin berterima kasih kepada Medvedev yang juga pernah menjabat presiden Rusia selama 4 tahun sejak 2008.

Medvedev akan mengambil peran baru yakni sebagai wakil kepala Dewan Keamanan Rusia, yang diketuai Putin.

Editor : Anton Suhartono