Mengenal Actemra dan Kevzara, Obat yang Disetujui WHO untuk Pasien Covid-19
Disebutkan, obat tersebut relatif mengurangi risiko kematian sebesar 24 persen bila diberikan dalam waktu 24 jam setelah pasien memasuki perawatan intensif. Rata-rata, pasien yang diobati dengan obat ini keluar dari ICU sepekan lebih awal dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan.
Actemra dan Kevzara merupakan antagonis reseptor interleukin-6 (IL-6) dan sering digunakan untuk mengobati kondisi anti-inflamasi, termasuk radang sendi.
IL-6 berperan dalam mendorong respons inflamasi yang aktif di paru-paru pasien Covid-19 dengan kondisi kritis.
Menurut National Rheumatoid Arthritis Society (NRAS) Inggris, sebagaimana obat biologis lainnya, Actemra dan Kevzara bekerja dengan menargetkan sitokin, protein yang bertanggung jawab atas peradangan disebabkan oleh respons sistem kekebalan.
Seorang peneliti studi REMAP-CAP, Anthony Gordon, mengatakan penggunaan IL-6 Actemra pada pasien dengan kondisi ringan tidak menunjukkan hasil menggembirakan.