Menteri Kehakiman Jepang Minta Mantan Bos Nissan Ghosn Buktikan Diri Tak Bersalah di Pengadilan

Anton Suhartono ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 11:06 WIB
Menteri Kehakiman Jepang Minta Mantan Bos Nissan Ghosn Buktikan Diri Tak Bersalah di Pengadilan

Masako Mori (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Menteri Kehakiman Jepang Masako Mori membantah pernyataan mantan bos Nissan Carlos Ghosn seputar pembelaan kasus kejahatan keuangan yang menjeratnya.

Ghosn untuk pertama kali muncul ke publik dan menggelar konferensi pers di Beirut, Lebanon, Rabu (8/1/2020), setelah melarikan diri dari Jepang pada 29 Desember 2019.

Baca Juga: Carlos Ghosn Buka Suara, Sebut Penangkapannya seperti Serangan Jepang ke Pearl Harbour

Pria 65 tahun yang memiliki tiga kewarganegaraan, yakni Brasil, Lebanon, dan Prancis, itu membantah melakukan empat kejahatan keuangan di Jepang sebagaimana dituduhkan. Dia juga menjelaskan alasannya melarikan diri ke Lebanon yakni demi menghindari persidangan yang tak adil.

Menurut dia, tuduhan itu dibuat oleh para petinggi Nissan yang berkolusi dengan jaksa penuntut.

Sementara itu dalam keterangannya, Kamis (9/1/2020), Mori mendesak Ghosn untuk segera kembali ke Jepang untuk melanjutkan proses hukum.

Dia menyebut pernyataan Ghosn itu tidak berdasar serta tidak akan membenarkan pelariannya dari Jepang dengan cara apa pun.

"Jika terdakwa Ghosn punya sesuatu untuk dikatakan tentang kasus kejahatannya, dia harus membeberkan argumennya di pengadilan Jepang disertai dengan bukti nyata," kata Mori, dikutip dari AFP.

Jika Ghosn mengklaim tidak bersalah, lanjut Mori, dia harus menghadapi pengadilan di bawah sistem hukum Jepang, negara tempat dia berbisnis.

Mantan CEO Nissan yang juga anak didik Ghosn, Hiroto Saikawa, juga memberikan pernyataan pers pada Kamis. Saikawa dipaksa mengundurkan diri setelah skandal Ghosn mencuat pada tahun lalu.

"(Ghosn) Melarikan diri karena takut dinyatakan bersalah," kata Saikawa, singkat.

Editor : Anton Suhartono