Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk
Advertisement . Scroll to see content

Miliarder Rusia Roman Abramovich Dituduh Beli Klub Chelsea atas Perintah Presiden Putin

Kamis, 29 Juli 2021 - 07:46:00 WIB
Miliarder Rusia Roman Abramovich Dituduh Beli Klub Chelsea atas Perintah Presiden Putin
Roman Abramovich (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Pugachev menolak mengomentari kasus yang tengah bergulir ini, namun menegaskan siap bertanggung jawab terhadap pemerintah Rusia.

Lebih lanjut Tomlinson juga menyinggung soal isi buku yang menyebut Putin memerintahkan Abramovich untuk membeli klub Chelsea dengan tujuan untuk mengganggu Barat serta untuk membangun sekat pengaruh Rusia.

"Pembaca umum dan rasional pasti akan memiliki pandangan bahwa Roman Abramovich diperintahkan untuk membeli Chelsea. Jadi dia dimanfaatkan sebagai wajah dari rezim yang korup dan berbahaya," kata Tomlinson.

Sementara itu pengacara HarperCollins, Andrew Caldecott, mengatakan, Abramovich tidak punya banyak pilihan selain memenuhi keinginan Putin atau menghadapi kehancuran bisnis.

"Kekayaan Abramovich, sebagian besar bisa diambil jika diminta," kata Caldecott, kepada pengadilan.

Sementara itu dalam kasus sebelumnya, HarperCollins menyepakati perubahan isi penulisan terkait gugatan yang dilayangkan pengusaha Rusia lainnya, Mikhail Fridman dan Pyotr Aven. HarperCollins akan mengubah beberapa bagian isi buku yang membahas mereka.

"HarperCollins dengan senang hati mengubah teks untuk menghapus referensi hubungan antara Aven, Fridman, dengan KGB serta akan meminta maaf bahwa subjek itu belum dibahas dengan mereka sebelum perilisan awal," demikian isi pernyataan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut