Militer Myanmar Ngamuk! Serang Oposisi Pakai Jet Tempur, Sedikitnya 50 Orang Tewas
Militer Myanmar menggulingkan pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi pada 2021. Sejak kudeta itu, militer Myanmar terus menuai kecaman global atas serangan mematikannya terhadap warga sipil dan lawan-lawan politik yang dinilai prodemokrasi.
Bulan lalu, setidaknya delapan warga sipil termasuk anak-anak tewas dalam serangan udara di sebuah desa di barat laut Myanmar. Kabar itu diungkapkan oleh kelompok hak asasi manusia, kelompok pemberontak etnik minoritas, dan media setempat.
Sedikitnya tujuh orang juga tewas pada Januari lalu, ketika militer Myanmar mengebom sebuah desa di wilayah yang sama. Di lain waktu, sejumlah anak tewas ketika sebuah helikopter militer menembaki sebuah sekolah di Sagaing pada September lalu.
Militer membantah tuduhan internasional bahwa mereka telah melakukan kekejaman terhadap warga sipil. Pemerintah junta mengklaim, mereka sedang memerangi “teroris” yang bertekad untuk mengacaukan negara.
Negara-negara Barat telah meluncurkan sanksi terhadap junta Myanmar. Langkah itu diharapkan dapat menghentikan arus pendapatan mereka dan sekaligus menyetop kemampuan akses ke peralatan militer dari sekutu dan pemasok utama seperti Rusia.
Editor: Ahmad Islamy Jamil