Muhyiddin Yassin Berhasil Singkirkan Ketua DPR Malaysia yang Pro-Anwar Ibrahim

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 13 Juli 2020 - 16:48:00 WIB
Muhyiddin Yassin Berhasil Singkirkan Ketua DPR Malaysia yang Pro-Anwar Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin. (Foto: AFP)

PUTRAJAYA, iNews.id – Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, secara tipis memenangkan pemungutan suara untuk menyingkirkan pimpinan DPR saat ini, Mohamad Ariff Mohamad Yusof. Kemenangan itu diraih Muhyiddin dalam sidang Parlemen Malaysia yang berlangsung alot hari ini.

Politik di Malaysia mengalami gejolak sejak pemerintahan reformis yang dibentuk koalisi Pakatan Harapan runtuh pada Februari lalu. Dalam situasi gaduh ketika itu, Muhyiddin Yassin berhasil merebut kursi perdana menteri yang ditinggalkan Mahathir Mohamad.

Muhyiddin mengambil alih kekuasaan di Malaysia dengan mudah, tanpa melalui proses pemilihan umum. Sempat pula berkembang spekulasi bahwa dia tidak punya dukungan politik yang cukup dari anggota parlemen untuk mempertahankan kekuasaannya.

Akan tetapi, dalam pemungutan suara anggota legislatif yang diawasi secara ketat hari ini, spekulasi tersebut akhirnya terbantahkan. Muhyiddin berhasil menyingkirkan pimpinan parlemen saat ini—yang berasal dari Pakatan Harapan—dengan memenangkan dukungan 111 anggota parlemen terhadap 109 anggota oposisi.

Kelompok oposisi pun merasa murka dengan kemenangan Muhyiddin itu. Pimpinan oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut usulan pemerintah untuk mengganti pimpinan parlemen sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

“Jika kita sudah memiliki ketua DPR dengan kredibilitas dan rekam jejak yang baik, mosi untuk mencopotnya harus memiliki alasan kuat,” kata Anwar seperti dikutip oleh Kantor Berita Bernama, Senin (13/7/2020).

Setelah Ketua DPR Mohamad Ariff Mohamad Yusof dicopot, PM Muhyiddin mengajukan mosi agar dia digantikan oleh mantan ketua KPU Malaysia, Azhar Azizan Harun.

Kelompok oposisi menuntut diadakannya pemungutan suara untuk menentukan ketua DPR baru dan berusaha untuk mengusulkan calon alternatif. Akan tetapi, Azhar buru-buru dilantik oleh penguasa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Bagikan Artikel: