Nama Mantan Presiden AS Disingkirkan dari Kampus Kenamaan Ini terkait Rasisme

Anton Suhartono ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 08:06 WIB
Nama Mantan Presiden AS Disingkirkan dari Kampus Kenamaan Ini terkait Rasisme

Universitas Princeton mengubah nama sekolah kebijakan publik dan asrama mahasiswa dari sebelumnya mengabadikan nama mantan presiden Woodrow Wilson (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Universitas Princeton di New Jersey mengganti nama sekolah kebijakan publik yang sebelumnya menggunakan Woodrow Wilson, mantan presiden Amerika Serikat (AS).

Nama itu juga digunakan Universitas Princeton untuk permukiman mahasiswa atau asrama kampus.

Kampus berpandangan Wilson merupakan salah satu penggerak rasisme di masa pemerintahannya.

“Pemikiran dan kebijakan rasisme Woodrow Wilson membuat namanya tidak pantas digunakan oleh sekolah maupun perguruan tinggi, di mana para cendekiawan, mahasiswa, dan alumninya harus berdiri teguh menentang rasisme dalam segala bentuk," kata Presiden Universitas Princeton, Christopher Eisgruber, dikutip dari AFP, Minggu (28/6/2020).

Wilson menjabat presiden AS dalam dua periode, yakni dari tahun 1913 hingga 1921. Dia merupakan salah satu pendiri Liga Bangsa-Bangsa, cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun presiden AS ke-28 itu juga mendukung kebijakan rasis, salah satunya memisahkan kelompok berdasarkan ras di lembaga-lembaga federal. Padahal puluhan tahun sebelumnya mereka sudah disatukan dalam pekerjaan.

"Dia tidak hanya menyetujui, tapi menambahkan praktik rasisme yang gigih di negara ini, praktik yang terus membahayakan sampai hari ini," kata Eisgruber.

Sebagai kelanjutanannya, sekolah kebijakan publik dan hubungan internasional Princeton akan berada di bawah Univesitas New Jersey. Sementara itu asrama kampus diubah menjadi First College.

Isu rasisme di AS mengemuka sejak pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Gelombang demonstrasi Black Lives Matter pun mengincar simbol-simbol tokoh yang dianggap sebagai penggerak rasisme, termasuk mantan presiden AS.

Beberapa patung yang menjadi sasaaran demonstran di antaranya Andrew Jackson dan Theodore Roosevelt.

Editor : Anton Suhartono