Negara ini Jatuh Miskin dan Terlilit Hutang karena Kehabisan Tahi Burung
Sehingga, pulau ini menjadi tempat singgah bagi burung-burung yang bermigrasi antar benua.
Ribuan bahkan jutaan burung-burung yang singgah saat bermigrasi ini tentu saja membuang kotoranya di pulau ini. Kemudian, secara alami, kotoran-kotoran burung ini berubah menjadi kerak guano sebagai bahan baku fosfat (phosphate) yang bernilai ekonomi tinggi.
Ketika Nauru meraih kemerdekaannya di tahun 1968, ada sekitar 60 hingga 70 juta ton cadangan fosfat di pulau ini. Sejak saat itulah, rakyat di negara ini benar-benar menikmati kekayaan alamnya.
Hal ini dilakukan dengan bekerja di tambang-tambang fosfat dan menikmati segala kemewahan yang didapat dari penambangan ini.
Bukan hanya uang yang melimpah, pemerintah negara ini juga membebaskan pajak dan memberikan subsidi perumahan bagi rakyatnya secara besar.