Ngeri... Polisi Temukan 10.000 Potongan Jasad Manusia di Area Pertanian Milik Pembunuh Berantai
Baumeister adalah seorang pengusaha dan ayah dengan tiga anak. Dia memburu para remaja dan laki-laki gay di Indiana Tengah setidaknya sejak 1980. Dia diyakini telah membunuh sedikitnya 25 orang, menurut laporan Fox News Digital.
Netanyahu: Israel Siap Terima Gencatan di Gaza selama 42 Hari
Dikatakan bahwa dia menggunakan nama palsu "Brian Smart" dan menargetkan pria gay muda yang dia temui di bar-bar. Jones adalah korban ketiga yang diidentifikasi oleh penyelidik Hamilton County dalam enam bulan terakhir.
Sebelum Jones, aparat lebih dulu mengidentifikasi Allen Livingston, yang berusia 27 tahun ketika korban hilang pada Agustus 1993, dan; Manuel Resendez, yang berusia 34 tahun ketika dia menghilang pada 1996.
Dukung Palestina, Maladewa Larang Masuk Warga Israel
Baumeister pindah ke lahan pertanian tersebut bersama keluarganya pada 1988. Dia menggunakan lahan yang luas dan jalan setapak di dekatnya untuk menyembunyikan ribuan sisa-sisa jasad korbannya yang sudah membusuk. Sampai pada suatu ketika, putranya yang masih remaja menemukan tengkorak manusia dan lalu membawanya ke ibunya.
Istri Baumeister pada awalnya berusaha menghalangi aparat penegak hukum untuk menggeledah properti keluarga itu. Namun, perempuan itu kemudian menceraikan Baumeister karena semakin banyak bukti yang memberatkan sang suami.
Lewat DNA, Polisi Ungkap Pemerkosa dan Pembunuh Berantai 4 Perempuan Hampir 50 Tahun Silam
Pihak berwenang akhirnya menggeledah properti tersebut ketika Baumeister tidak ada di rumah dan menemukan mayat beberapa korban. Baumeister, yang saat itu berusia 49 tahun, melarikan diri ke Ontario, Kanada, pada 1996 setelah surat perintah penangkapannya dikeluarkan. Laki-laki itu kemudian menembak dirinya sendiri dan mati.
Sampai kematiannya, dia tidak pernah didakwa melakukan pembunuhan. Baumeister juga tidak mengakui kejahatan apa pun dalam catatan bunuh dirinya.
Menurut WRTV, sisa tulang-belulang dan pecahan tulang yang belum teridentifikasi sempat disimpan beberapa waktu sampai Jellison memutuskan untuk membuka kembali kasus tersebut pada 1996. Kantor Penyelidik Hamilton County bersama dengan FBI, Laboratorium Kepolisian Negara Bagian Indiana, Dr Krista Latham dari Departemen Biologi & Antropologi di Universitas Indianapolis, serta para pakar DNA dari Laboratorium Othram yang berbasis di Texas semuanya bekerja untuk mengidentifikasi jasad yang tersisa.
Editor: Ahmad Islamy Jamil