Operator Kereta Jepang Uji Coba Aplikasi Antipelecehan Seksual, Begini Cara Kerjanya

Anton Suhartono ยท Sabtu, 08 Februari 2020 - 07:50 WIB
Operator Kereta Jepang Uji Coba Aplikasi Antipelecehan Seksual, Begini Cara Kerjanya

Operator kereta Jepang JR East menguji coba aplikasi untuk menangkal pelecehan seksual di kereta (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Operator kereta Jepang East Japan Railway (JR East) memulai uji coba penggunaan aplikasi smartphone untuk memerangi pelecehan seksual.

Menurut JR East, aplikasi ini akan membantu para perempuan untuk memberi tahu petugas kereta secara realtime bahwa mereka mengalami pelecehan oleh pelaku yang biasa disebut chikan.

Melalui aplikasi yang menggunakan basis GPS itu, korban bisa mengirim sinyal darurat kepada petugas. Setelah itu petugas bisa mengetahui posisi korban, termasuk gerbongnya, melalui tablet.

Kondektur akan memberitahu penumpang lain bahwa salah satu dari mereka mengalami pelecehan. Peringatan adanya pelecehan juga bisa disampaikan melalui pengeras suara di gerbong.

Penumpang kereta di Jepang, terutama perempuan, telah lama menjadi korban pelecehan seksual dan kontak fisik chikan. Para pelaku sengaja memanfaatkan kepadatan moda transportasi Jepang.

Menurut Presiden dan CEO JR East, Yuji Fukasawa, aplikasi ini dibuat karena korban enggan menangkap basah dengan berteriak karena diintimidasi. Selain itu para korban merasa takut atau canggung jika menegur pelaku langsung.

Mereka juga tidak bisa membela diri atau melawan karena khawatir akan menciptakan keributan.

"Karena sulit bagi beberapa korban untuk berteriak atau beteriak keras, JR East berharap aplikasi baru ini akan memungkinkan mereka memberi tahu kondektur yang kemudian dapat segera bertindak," kata Yuji, dikutip dari Xinhua, Sabtu (8/2/2020).

JR East melaksanakan uji coba aplikasi tersebut di Saikyo Line, menghubungkan Tokyo dengan wilayah tetangga, Prefektur Saitama.

Saikyo Line merupakan salah satu jalur yang dikenal banyak chikan karena jarak antarstasiun yang relatif jauh.

Dalam uji coba ini perusahaan akan mempelajari efektivitas aplikasi tersebut dan mengetahui bagaimana respons penumpang lain saat mendengar pengumuman tentang pelecehan seksual.

Berbabagi upaya dilakukan operator kereta untuk menekan pelecehan seksual, seperti menyediakan gerbong khusus perempuan di sejumlah jalur Tokyo. Namun, gerbong khusus itu hanya diberlakukan pada waktu tertentu saja.

Cara lain untuk menangkal ulah pria nakal adalah dengan pin. Para chikan akan berpikir ulang sebelum melancarkan aksi kepada perempuan pengguna pin itu.


Editor : Anton Suhartono