Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran
Selain MBS, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan keberatan kepada Trump. Dalam percakapan telepon pada 14 Januari, Netanyahu mengakui Israel belum siap menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran.
Hampir dipastikan, Teheran akan menjadikan Israel sebagai target utama jika AS melancarkan serangan.
Sumber-sumber pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Axios, Netanyahu menilai Israel kekurangan sistem pertahanan untuk menangkis hujan rudal dan drone Iran. Situasi semakin rumit karena AS juga dinilai tidak memiliki cukup personel militer di Timur Tengah untuk membantu Israel mencegat serangan balasan tersebut.
Netanyahu bahkan disebut meragukan efektivitas serangan AS ke Iran. Dia menilai operasi militer itu tidak akan menghasilkan dampak strategis signifikan dan justru membuka risiko perang yang lebih besar.
Axios juga menyimpulkan, keputusan Trump membatalkan serangan ke Iran dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yakni keterbatasan kesiapan militer AS di kawasan, penilaian Israel soal risiko serangan balasan, serta masukan langsung dari para pemimpin sekutu, termasuk Arab Saudi melalui Pangeran MBS.
Selain itu, Trump juga mendapat pertimbangan dari penasihat senior Gedung Putih terkait konsekuensi politik dan militer dari opsi serangan. Faktor lain yang tak kalah penting adalah adanya pembicaraan rahasia antara AS dan Iran melalui jalur belakang, yang membuka peluang penyelesaian non-militer.
Editor: Anton Suhartono