Para Diplomat Mogok Kerja, Kedubes dan Konsulat Israel di Seluruh Dunia Tutup

Anton Suhartono ยท Rabu, 30 Oktober 2019 - 16:27 WIB
Para Diplomat Mogok Kerja, Kedubes dan Konsulat Israel di Seluruh Dunia Tutup

Kantor kedubes dan konsulat Israel di seluruh dunia tutup (Foto: AFP)

TEL AVIV, iNews.id - Kantor kedutaan besar dan konsulat Israel di seluruh dunia tutup, Rabu (30/10/2019) terkait aksi mogok yang dilakukan para diplomat dan atase militer.

Penyebabnya, tak solusi yang dicapai dengan kementerian keuangan terkait tuntutan kenaikan kesejahteraan para misi diplomatik itu. Penutupan kantor misi diplomatik Israel di seluruh dunia berlaku mulai pukul 01.00 waktu Israel.

Aksi mogok yang dilakukan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Federasi Buruh Histadrut, ini dilakukan setelah kementerian keuangan mundur dari kesepakatan sebelumnya dan akan memaksa para diplomat dan atase militer membayar kembali ribuan dolar AS yang telah mereka terima.

Baca Juga: Yordania Tarik Duta Besar dari Israel Terkait Penahanan 2 Warganya

Perselisihan itu menyangkut biaya yang dibayarkan kepada para diplomat Israel dan utusan Kementerian Pertahanan yang ditempatkan di luar negeri untuk menanggung beragam biaya, mulai dari penyelanggaraan acara di kediaman duta besar hingga ongkos transportasi.

“Karena keputusan Kementerian Keuangan Israel yang melanggar nota kesepahaman yang disepakati dan ditandatangani Direktur Jenderal Kementerian Keuangan pada 21 Juli 2019, dan menerapkan prosedur sepihak yang mengubah protokol yang telah berlaku selama puluhan tahun, kami terpaksa menutup Kedutaan," demikian pernyataan yang diunggah di berbagai situs web kedubes dan konsulat Israel, seperti dilaporkan kembali The Times of Israel.

“Para diplomat Israel berkomitmen setiap saat berusaha meningkatkan kekuatan dan ketahanan Israel. Sayangnya, keputusan Kementerian Keuangan tidak memberi kami pilihan selain mengambil tindakan seperti disebutkan di atas, karena kepentingan vital Israel telah dirusak. Kami berharap krisis ini bisa segera diselesaikan."

Selama penutupan, tidak ada pelayanan kekonsuleran serta tidak ada yang diizinkan masuk ke kantor kedubes maupun konsulat Israel di seluruh dunia.

Penutupan ini bisa berdampak membahayakan warga Israel yang bepergian ke luar negeri serta mereka yang membutuhkan bantuan konsuler seperti kehilangan paspor atau keadaan darurat medis.

Tak hanya itu, dampak penutupan ini bisa membahayakan kerja sama pertahanan Israel dengan negara lain, seperti ekspor senjata.

Baca Juga: AS: Israel Tak Bertanggung Jawab Atas Penderitaan Palestina

Kementerian keuangan sebenarnya sudah berusaha mengganti biaya serta pajak tunjangan yang dikeluarkan oleh para diplomat dan atases yang telah lama mengeluh tentang gaji rendah.

Diplomat Israel telah lama mengeluhkan gaji rendah dan kondisi kerja yang buruk. Setiap beberapa tahun mereka memberlakukan sanksi terhadap pekerja, yang biasanya diikuti dengan aksi mogok massal.

Bahkan, pada Januari 2011, mereka menggagalkan rencana kunjungan Presiden Rusia Dmitry Medvedev ke Israel. Selain gaji, kementerian telah berjuang memangkas anggaran secara besar-besaran.

Baca Juga: Dubes Israel Klaim Dipermalukan Petugas Bandara karena Berasal dari Kaum Druze

Pada September, Kemlu Israel dipaksa membatalkan sebagian besar kegiatan diplomatik di seluruh dunia karena kurangnya dana. Instruksi itu disampaikan akuntan kementerian dengan alasan defisit besar dalam anggaran.

Kegiatan yang ditangguhkan termasuk perjalanan kerja luar negeri para diplomat, perumusan inisiatif dan perjanjian diplomatik baru, menampung delegasi diplomat asing dan jurnalis di Yerusalem, renovasi dan pemeliharaan kantor pusat kementerian, dan lainnya.

Saat ini Israel memiliki 69 kedubes, 23 konsulat, serta lima kantor misi khusus termasuk perwakilan di Amerika Serikat.


Editor : Anton Suhartono