Para Perwira Israel Sudah Cepek dengan Netanyahu, Tak Mau Perang Baru Lagi
Sikap tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan petinggi keamanan Israel terhadap kemungkinan keputusan militer yang didorong pertimbangan politik. Mereka menginginkan setiap operasi baru memiliki dasar keamanan yang jelas, bukan sekadar menjadi bagian dari strategi menghadapi pemilu.
Perdebatan mengenai kebijakan Netanyahu juga semakin panas di dalam negeri. Kelompok oposisi menuduh perdana menteri memanfaatkan isu keamanan dan ancaman konflik untuk memperkuat posisi politiknya menjelang pemilu.
Selain Gaza, Netanyahu belakangan meningkatkan retorika keras terhadap Turki setelah Israel melancarkan serangan militer terhadap Pangkalan Udara Abu Al Duhur di Suriah.
Sejumlah tokoh oposisi, termasuk mantan Perdana Menteri Ehud Barak dan pemimpin Partai Demokrat Yair Golan, menuding Netanyahu sengaja meningkatkan ketegangan dengan Turki untuk mendapatkan dukungan politik dari kelompok sayap kanan.
Para pejabat keamanan Israel sebelumnya juga memperingatkan agar pemerintah tidak memancing eskalasi yang tidak perlu dengan Turki. Mereka khawatir pernyataan keras Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz justru memperburuk ketegangan dan membuka kemungkinan konflik baru.
Di tengah situasi tersebut, sikap para perwira senior yang menolak perang baru menjadi tekanan tambahan bagi Netanyahu. Pemerintah Israel kini menghadapi tantangan untuk memastikan keputusan keamanan dan militer tidak semakin terseret ke dalam pertarungan politik menjelang pemilu.
Editor: Anton Suhartono