Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk
Advertisement . Scroll to see content

PBB: Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar Masih Berlanjut

Selasa, 06 Maret 2018 - 13:54:00 WIB
PBB: Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar Masih Berlanjut
Warga etnis Rohingya yang kelaparan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

YANGON, iNews.id - Seorang pejabat hak asasi manusia (HAM) PBB mengatakan, pembersihan etnis Rohingya di Myanmar masih terus berlanjut sampai saat ini. Hal itu diketahui dari laporan pengungsi yang baru tiba di Bangladesh.

Pembersihan etnis ini sudah berlangsung selama lebih dari 6 bulan, menyebabkan hampir 700.000 warga sipil mengungsi ke Bangladesh.

"Pembersihan etnis Rohingya dari Myanmar terus berlanjut, saya rasa kita tidak bisa menarik kesimpulan lain dari apa yang telah saya lihat dan dengar di Cox's Bazar (kamp pengungsian etnis Rohingya di Bangladesh)," kata Asisten Sekjen PBB untuk HAM, Andrew Gilmour, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/3/2018).

Hal itu diungkapkan setelah Gilmour berkunjungan selama empat hari ke kamp-kamp pengungsi di Cox's Bazar.

Menurut dia, ada perubahan cara yang dilakukan militer Myanmar dalam menghabisi etnis Rohingya di Rakhine, dari menggunakan cara kekerasan yang nyata, seperti membunuh dan membakar, menjadi membunuh dengan cara perlahan.

"Tampaknya kekerasan yang meluas dan sistematis terhadap Rohingya masih tetap ada. Sifat kekerasan (di Myanmar) berubah dari pembunuhan dan pemerkosaan massal ke teror yang intensitasnya lebih rendah, seperti dibiarkan mati kelaparan, yang tampaknya sengaja dirancang untuk mengusir warga Rohingya yang tersisa dari rumah mereka ke Bangladesh," ujar Gilmour, menambahkan.

Pekan lalu Komisioner HAM PBB mengindikasikan adanya pembantaian dan pembersihan etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Hal ini bisa memicu konflik berbau agama yang lebih luas di kawasan.

Hampir 700.000 Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak kekerasan militer Mynamar pada 25 Agustus 2017. Organisasi Dokter Lintas Batas dalam laporannya menyebut, 6.700 Muslim Rohingya dibantai pada bulan pertama aksi kekerasan.

Mereka ditembaki, bahkan ada yang dibakar hdup-hidup di dalam rumah. Selain itu, para perempuan dewasa dan anak-anak menjadi korban pemerkosaan.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut