Pejabat Margasatwa Thailand Ditembak Mati Dokter Hewan terkait Hilangnya Satwa Langka
BANGKOK, iNews.id - Seorang pejabat otoritas margasatwa Thailand dibunuh dokter hewan terkait kasus hilangnya seekor rusa langka di Kebun Binatang Songkhla.
Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand Varawut Silpa Archa pekan lalu memerintahkan penyelidikan hilangnya rusa tersebut. Keputusan itu diambil lantaran Varawut tak puas dengan penjelasan pihak Kebun Binatang Songkhla bahwa rusa itu mati karena diterkam ular sanca.
Pihak berwenang pun menyelidiki, apakah rusa albino yang terakhir dilihat 8 bulan lalu itu dicuri atau tidak.
Korban, Direktur Jenderal Organisasi Taman Zoologi Thailand Suriya Sangpong (58), diperintahkan untuk memimpin langsung penyelidikan ke Kebun Binatang Songkhla, Sabtu (3/10/2020).
Heboh Berita Hoaks Thailand Hanya Bisa Bayar Gaji PNS sampai 3 Bulan
Dia datang untuk memintai keterangan para staf, termasuk pelaku yang merupakan dokter hewan.
Kepolisian Songkhla menyatakan, Suriya tewas ditembak di kantornya sekitar pukul 11.30 waktu setempat.
Kuda Nil Tertua di Dunia Rayakan Hari Ulang Tahun di Kebun Binatang Thailand
Pelakunya adalah Phuvadol Suwanna, dokter hewan yang tinggal di kebun binatang. Pelaku lalu bunuh diri 1 jam setelah menambak Suriya.
Menurut polisi, pembunuhan dan aksi bunuh diri itu dilakukan karena Phudavol tertekan akan dipindah ke posisi lain terkait hilangnya rusa langka itu.
WNI Ditangkap di Thailand atas Tuduhan Menjual Senjata dan Bahan Peledak
"Pria bersenjata itu adalah teman lama (Suriya). Mereka berdua berasal dari provinsi selatan," kata Sekretaris Tetap Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Jatuporn Buruspat, dikutip dari AFP.
Organisasi taman zoologi menegaskan, peristiwa pembunuhan dan bunuh diri ini tak akan menghentikan penyelidikan hilangnya rusa bernama Snow itu. Snow lahir pada Desember lalu dan terkait dengan rusa yang dihadiahkan kepada Ibu Suri Thailand.
Rusa langka atau muntjak itu terkenal dengan suara khas yang dihasilkan.
Editor: Anton Suhartono