Pelajar Malaysia Terpaksa Kembali ke Singapura Jalan Kaki Seberangi Causeway

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 17:32 WIB
Pelajar Malaysia Terpaksa Kembali ke Singapura Jalan Kaki Seberangi Causeway

Penyeberangan Causeway yang menghubungkan kota Johor Baru di Malaysia dengan Singapura (foto: TheStraitTimes)

JOHOR BARU, iNews.id - Pelajar Malaysia yang menempuh pendidikan di Singapura rela berjalan kaki demi melanjutkan pembelajaran meski negara tujuan masih memberlakukan pengawasan ketat di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun pemerintah Singapura masih memberlakukan pembelajaran online, sejumlah pelajar Malaysia yang menuntut ilmu di negeri Singapura mulai berdatangan kembali.

Otoritas pendidikan Singapura berencana memulai kembali semester pada awal Agustus ini. Dalam pelaksanannya, hanya beberapa sekolah dan perguruan tinggi dengan aturan tertentu yang diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka.

"Kebanyakan kelas-kelas masih akan dilangsungkan secara online, dan hanya beberapa kelas dengan maksimal 50 orang diizinkan menggelar tatap muka. Saya memutuskan kembali (ke Singapura) karena saya tidak mau ketinggalan kelas dan atau tugas," kata Ivan Chong, mahasiswa di National Singapore University (NSU) dikutip dari The Strait Times, Sabtu (1/8/2020).

Berdasarkan kebijakan pemerintah Singapura, semua pendatang dari luar negeri diharuskan menjalani karantina selama 14 hari saat masuk ke Singapura.

Sejak permintaan pengendalian keluar-masuk perbatasan diperketat, tidak ada kendaran selain truk yang diperbolehkan melintas perbatasan Malaysia-Singapura.

Peraturan ini memaksa para pelajar Malaysia yang berniat kembali ke Singapura berjalan kaki sejauh lebih dari 1 km melintasi jembatan Causeway yang menghubungkan kota Johor Baru di Malaysia dan Singapura.

"Oleh karena itu, kami harus berjalan melintasi Causeway sejauh 1 km, membawa serta barang bawaan kami. Ini adalah kedua kalinya saya berjalan kaki (ke Singapura). Pertama kali ketika saya kembali ke Johor Baru setelah Singapura mengumumkan penutupan wilayah," lanjut Chong.

"Ini akan menjadi semester pertama saya di universitas. Alih-alih mengajak orang tua saya ke sana, saya harus pergi ke Singapura sendirian membawa koper sendiri menyeberangi Causeway."

"Ini mungkin tidak ideal, tetapi saya tidak punya pilihan lain," ujarnya.

Setelah sampai di Singapura, Chong akan menjalani karantina selama 14 hari dengan membayar 1.500 dolar Singapura (Rp16 juta) untuk uang sewa tempat karantina.

Singapura masih mencatatkan peningkatan kasus baru Covid-19 per hari. Berdasarkan data terbaru hari Sabtu (1/8/2020), jumlah infeksi Covid-19 di Singapura mencapai 52.512 dengan angka kematian 27. Tingkat kesembuhan di Singapura terbilang tinggi mencapai 46.491.

Editor : Arif Budiwinarto