Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selandia Baru Bakal Legalkan Ganja
Advertisement . Scroll to see content

Pemilu Selandia Baru Belum Hasilkan Pemenang, Partai Kecil Jadi Penentu

Minggu, 08 November 2026 - 13:39:00 WIB
Pemilu Selandia Baru Belum Hasilkan Pemenang, Partai Kecil Jadi Penentu
PM Selandia Baru sekaligus pemimpin Partai Nasional, Christopher Luxon. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WELLINGTON, iNews.id - Pemilihan umum Selandia Baru yang digelar Sabtu (7/11/2026) belum menghasilkan pemenang mutlak. Partai Nasional pimpinan Perdana Menteri (PM) Christopher Luxon dan Partai Buruh pimpinan Chris Hipkins sama-sama gagal mengamankan mayoritas kursi parlemen.

Kondisi ini membuat pembentukan pemerintahan baru diperkirakan berlangsung alot. Kedua kubu harus bernegosiasi dengan partai-partai kecil untuk mengumpulkan dukungan mayoritas di parlemen.

Dilansir dari AP, Minggu (8/11/2026), hasil sementara menunjukkan Partai Nasional yang berhaluan kanan-tengah memperoleh 29,21 persen suara partai dan 42 kursi. Sementara Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah meraih 29,36 persen suara partai dengan 36 kursi.

Meski persentase suara kedua partai utama hampir sama, perolehan kursi mereka berbeda karena sistem pemilu Selandia Baru juga memperhitungkan kemenangan kandidat di daerah pemilihan.

Kejutan dalam pemilu kali ini datang dari Partai Opportunity yang dipimpin pendatang baru di dunia politik, Qiulae Wong. Partai tersebut berhasil meraih tujuh kursi parlemen setelah tiga kali gagal menembus parlemen pada pemilu sebelumnya.

Wong menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan pihak mana pun dalam pembentukan pemerintahan. Sikap tersebut membuat Opportunity berpotensi menjadi penentu dalam negosiasi politik, baik bagi kubu kanan maupun kiri.

Selain Opportunity, partai-partai kecil lainnya juga memperoleh dukungan signifikan. Partai libertarian ACT meraih 13 kursi, sedangkan partai populis New Zealand First mendapatkan 12 kursi. Keduanya merupakan mitra koalisi tradisional Partai Nasional.

Di kubu kiri, Partai Hijau memperoleh 16 kursi dan Te Pāti Māori meraih lima kursi.

Berdasarkan hasil sementara, blok konservatif pimpinan Luxon menguasai 67 kursi dari total 131 kursi yang telah terpilih. Jumlah tersebut hanya unggul tipis dari ambang batas mayoritas, yakni 66 kursi.

Sementara itu, blok kiri baru mengamankan 57 kursi. Namun, hasil tersebut masih dapat berubah setelah penghitungan hampir 400.000 suara khusus, termasuk suara warga Selandia Baru yang tinggal di luar negeri.

Penghitungan suara khusus dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan. Hasil akhir pemilu baru akan diumumkan pada 27 November 2026.

Secara historis, suara khusus kerap menambah satu hingga dua kursi bagi partai-partai kiri. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi keunggulan tipis blok konservatif, meski belum tentu cukup untuk membuat kubu kiri mengamankan mayoritas.

Luxon belum menyatakan kemenangan dan memilih bersikap hati-hati. Dia mengatakan Partai Nasional masih memiliki peluang untuk membentuk pemerintahan dan mempertahankan kekuasaan.

"Menurut saya, semua orang sudah jenuh dengan politik, jadi mari kita beristirahat sejenak selama tiga minggu ke depan," ujar Luxon kepada wartawan.

Luxon juga akan memimpin pemerintahan sementara hingga hasil akhir pemilu diumumkan. Dia menilai ketidakpuasan pemilih terhadap pemerintah dipengaruhi guncangan global yang berdampak pada perekonomian Selandia Baru dan tingginya biaya hidup.

Di sisi lain, Hipkins juga belum memiliki cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan. Meski Partai Buruh memperoleh persentase suara partai sedikit lebih tinggi daripada Partai Nasional, perolehan kursinya justru lebih sedikit.

Negosiasi pembentukan pemerintahan baru diperkirakan menjadi penentu arah politik Selandia Baru dalam beberapa pekan ke depan. Jika tidak ada kubu yang berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas, negara tersebut berpotensi menggelar pemilu ulang.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut