Peneliti Kelelawar Kamboja Berambisi Lacak Asal-usul Covid-19

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 20 September 2021 - 10:36:00 WIB
Peneliti Kelelawar Kamboja Berambisi Lacak Asal-usul Covid-19
Ilustrasi kelelawar. (Foto: Reuters)

PHNOM PENH, iNews.id – Para peneliti mengumpulkan sampel dari kelelawar di Kamboja Utara untuk memahami pandemi virus corona yang berlangsung saat ini. Dua sampel dari kelelawar tapal kuda pernah dikumpulkan pada 2010 di Provinsi Stung Treng, Kamboja, (dekat Laos) dan kini disimpan dalam freezer di Institut Pasteur du Cambodge (IPC), Phnom Penh.

Tes yang dilakukan pada mereka tahun lalu mengungkapkan adanya virus yang berkerabat dekat dengan Covid-19—yang telah menewaskan lebih dari 4,6 juta orang di seluruh dunia. Penelitian serupa juga sedang berlangsung di Filipina.

Tim peneliti IPC yang beranggotakan delapan orang telah mengumpulkan sampel dari beberapa kelelawar, kemudian mencatat spesies, jenis kelamin, usia, dan detail lainnya tentang mereka selama seminggu. “Kami berharap hasil dari penelitian ini dapat membantu dunia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Covid-19,” kata koordinator lapangan tim peneliti IPC, Thavry Hoem, kepada Reuters.

Menurut dia, spesies inang seperti kelelawar biasanya tidak menunjukkan gejala patogen. Akan tetapi, virus tersebut dapat merusak jika ditularkan ke manusia atau hewan lain.

Kepala Virologi di IPC, Dr Veasna Duong mengatakan, lembaganya telah melakukan empat perjalanan seperti itu dalam dua tahun terakhir. Harapannya, timnya bisa mendapatkan petunjuk tentang asal dan evolusi virus yang ditularkan oleh kelelawar.

“Kami ingin mencari tahu apakah virus itu masih ada dan... untuk mengetahui bagaimana virus itu berevolusi,” katanya.

Beberapa virus mematikan yang berasal dari kelelawar antara lain ebola dan virus corona lain seperti sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan sindrom pernapasan timur tengah (MERS). Veasna Duong mengatakan, manusia bertanggung jawab atas kehancuran yang disebabkan oleh Covid-19, karena gangguan dan perusakan habitat alami kelelawar oleh manusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: