Pengadilan Filipina Perintahkan Pengembalian Harta Sitaan Diktator Marcos Senilai Rp53 T
Dalam putusan setebal 58 halaman, pengadilan antikorupsi sebenarnya mengakui adanya kekejaman yang dilakukan selama status darurat militer di bawah rezim Marcos serta praktik penjarahan harta negara.
"Namun, jika tidak ada bukti cukup yang dapat mengarah pada kesimpulan bahwa subjek properti didapatkan dari kejahatan, pengadilan tidak dapat memerintahkan pengembalian barang yang sama ke kas negara," bunyi dokumen, seperti dilaporkan kembali Reuters.
Pengadilan yang sama menolak kasus serupa terhadap keluarga Marcos pada Agustus, September, dan Oktober, semuanya karena alasan kurang bukti.
Meskipun digulingkan dalam pemberontakan pada 1986 dan diusir ke pengasingan, keluarga Marcos tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Filipina. Para loyalisnya berada di seluruh sel birokrasi, politik, dan bisnis.
Istri mendiang, Imelda, merupakan anggota kongres yang menjabat selama empat periode. Anak perempuannya, Imee, saat ini menjadi senator sebagaimana putra Marcos, Ferdinand Marcos Jr. Tak hanya itu, Ferdinand Marcos Jr disebut-sebut akan maju dalam pemilihan presiden pada 2022.
Keluarga itu juga memiliki sekutu kuat di lingkaran Presiden Rodrigo Duterte.
Editor: Anton Suhartono