Penguin Ini Tempuh 3.000 Km dari Antarktika ke Selandia Baru, Ditemukan Kelelahan
Pria itu menuturkan, dia menelepon petugas perlindungan hewan lantaran khawatir penguin itu tidak bisa masuk ke dalam air dan mengalami dehidrasi.
Sementara, jika burung itu mengarungi pantai, dia berpotensi menjadi target hewan pemangsa lainnya di laut. “Kami tidak ingin dia berakhir di perut anjing atau kucing,” katanya.
Singh akhirnya menghubungi Pusat Rehabilitasi Penguin Thomas Stracke, yang telah berpengalaman merehabilitasi penguin di Pulau Selatan Selandia Baru selama 10 tahun. Hasil tes darah yang dilakukan terhadap Pingu menunjukkan, dia sedikit kurus dan memang mengalami dehidrasi.
Sejak itu, Pingu telah diberikan cairan dan diberi makan melalui selang makanan. Setelah pulih, burung itu rencananya bakal dilepaskan ke pantai yang aman di Banks Peninsula, yang bebas dari anjing.
Penguin adalah sekelompok burung air yang tidak bisa terbang. Mereka hidup hampir secara eksklusif di belahan bumi selatan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil